JAKARTA – Pakistan mengumumkan pada Kamis pagi (18/6/2026) bahwa Iran dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan penting untuk mengakhiri konflik. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani secara elektronik, Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, sementara AS mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyebut kesepakatan itu sebagai Islamabad Accord yang berlaku segera. Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni di Swiss. “Nota Kesepahaman Islamabad akan mulai berlaku dengan segera dan sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut,” tulis Sharif di X, dilansir The Guardian.
Kesepakatan ini lahir setelah perang pecah pada 28 Februari akibat serangan udara AS-Israel terhadap Iran. Teheran kemudian menutup jalur vital Selat Hormuz yang membawa seperlima pasokan energi global. Upaya mediasi pertama di Islamabad sempat gagal, hingga AS memberlakukan blokade pada 13 April.
Sharif memuji peran Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Mesir dalam proses mediasi. Ia berharap MoU ini menjadi landasan perdamaian dan kemakmuran bersama kawasan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan rencana penandatanganan di Swiss tetap berjalan sesuai jadwal. Ia memperingatkan bahwa operasi militer Israel di Lebanon bisa dianggap sebagai pelanggaran MoU. Baghaei juga menekankan blokade angkatan laut AS harus dicabut dalam 30 hari, sementara lalu lintas di Selat Hormuz akan dipulihkan bertahap dengan koordinasi bersama Oman.
Kesepakatan ini mencakup 14 poin, termasuk rencana pembahasan program nuklir Iran dan pencabutan sanksi, yang akan dibicarakan dalam tahap lanjutan menuju perjanjian final.