Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan tantangan berat yang dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menanggulangi krisis air bersih dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Ibu Kota. Upaya intervensi melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejauh ini masih belum efektif memancing turunnya hujan buatan akibat minimnya tutupan awan potensial.
“Kekeringan ini nyata dan sedang terjadi. Beberapa hari lalu kami sudah mengupayakan intervensi TMC agar turun hujan. Namun kendalanya, tutupan awan di atas langit Jakarta hampir tidak ada,” ujar Pramono usai menghadiri penganugerahan Jakarta Investment Award di The Westin Jakarta, Senin (14/9/2026).
Lima Kali Operasi Pesawat Khusus Masih Nihil
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengintensifkan pengerahan armada penerbangan khusus sejak akhir pekan lalu untuk menyebar garam penyemaian di jalur-jalur konvektif.
Bahkan pada Jumat lalu, pesawat khusus penyemai garam tipe Cessna Caravan telah dikerahkan hingga lima kali penerbangan (sorti) dalam sehari. Namun, kondisi atmosfer yang sangat kering membuat pembentukan gumpalan hujan tetap gagal terealisasi.
“Minggu lalu, tepatnya hari Jumat, kami menerbangkan lima sorti pesawat Cessna Caravan, tetapi hujan tetap tidak bisa turun. Kami sangat berharap dalam beberapa hari ke depan kondisi pembentukan awan jauh lebih mendukung agar hujan segera mengguyur Jakarta dan mengisi kembali pasokan air tanah warga yang surut sejak dua pekan terakhir,” ungkapnya.
Bantuan Darurat Mobil Tangki Air Bersih
Sebagai langkah penanganan jangka pendek untuk menyelamatkan kebutuhan domestik masyarakat, Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan penerjunan armada mobil tangki air bersih secara gratis ke lokasi-lokasi terdampak parah.
Distribusi air bersih darurat tersebut difokuskan pada wilayah yang mengalami penyusutan debit air tanah paling signifikan, seperti kawasan Cilandak dan dua kelurahan lain di Jakarta Selatan.
“Bagi daerah-daerah yang dilanda kekeringan, Pemprov DKI langsung turun tangan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki. Wilayah Cilandak serta dua kelurahan terdampak lainnya sudah mulai menerima pasokan pasokan darurat ini,” pungkas Pramono.