JAKARTA – Polda Papua Barat menggelar operasi besar-besaran dengan sandi Alpha Bravo Moskona 2025 guna mencari Iptu Tomi Marbun, mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni yang hilang terseret arus saat bertugas.
Sebanyak 510 personel gabungan TNI-Polri dan elemen sipil ikut dilibatkan.
Dalam lanjutan operasi pencarian tahap ketiga, Kepolisian Daerah Papua Barat menerjunkan ratusan aparat gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Basarnas, dan Pemda Teluk Bintuni.
Operasi ini berlangsung selama 14 hari, dimulai dari 20 April hingga 3 Mei 2025, menyisir titik-titik kritis di sekitar Kali Rawara dan muara Sebyar Aranday, lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya Iptu Tomi.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Adi Prabowo, mengungkapkan rincian kekuatan gabungan tersebut: 155 personel Mabes Polri, 191 dari Polda Papua Barat, 74 personel Polres Teluk Bintuni.
Selain itu, juga pasukan TNI termasuk Kodam XVIII/Kasuari, Marinir III Sorong, hingga Satgas Yonif 642/Kapuas.
Skema Operasi
Selain penyisiran, operasi ini juga melibatkan investigasi intensif dengan pendekatan rekonstruksi kejadian di lokasi terakhir Iptu Tomi terlihat, yaitu saat ia terseret arus ketika hendak menangkap pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Marthen Aikingking, pada 18 Desember 2024.
“Operasi SAR tahap ketiga berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 20 April sampai 3 Mei 2025,” ujar Benny.
Rekonstruksi dilakukan untuk memetakan kemungkinan jalur korban dari Kali Rawara hingga muara Sebyar Aranday.
Operasi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai Satgas Polri, seperti Satgas SAR, Intelijen, Tindak, Dokes, Propam, hingga tim identifikasi dari Pusident Polda Papua Barat.
Guna memaksimalkan hasil pencarian, Polda Papua Barat juga mengajak partisipasi masyarakat setempat.
“Kami mengimbau tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam operasi pencarian demi keberhasilan misi kemanusiaan,” tegas Benny.
Dukungan lokal menjadi krusial, mengingat medan pencarian yang sulit, terpencil, dan penuh tantangan alam.
Polda berharap informasi dari warga bisa menjadi petunjuk penting dalam menemukan keberadaan Iptu Tomi.***