JAKARTA – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) beraudiensi dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di Jakarta. Pertemuan itu untuk memperkuat sinergi organisasi keumatan dalam mendukung pembangunan nasional.
Ketua Umum PB MA, Jazuli Juwaini, memimpin langsung rombongan dan memperkenalkan jajaran kepengurusan periode 2026–2031. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan arah gerak organisasi yang berfokus pada kontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.
Turut mendampingi, Ketua Majelis Amanah KH Embay Mulya Syarif, Ketua Majelis Fatwa Prof. KH Syibli Sarjaya, Sekretaris Jenderal Yanuar Arif Wibowo, Bendahara Umum Ulfi Khadafi, serta Ketua Badan Pengembangan Wakaf Fuad Syauqi.
Dalam pemaparannya, Jazuli menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar terus memperkuat kiprah melalui tiga sektor utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial. Ia menyebut, jaringan organisasi yang tersebar di berbagai wilayah menjadi kekuatan penting dalam menjangkau masyarakat.
“Mathla’ul Anwar memiliki modal dasar yang kuat dari sisi historis maupun peran keummatan dan kebangsaan. Sebagai salah satu ormas tertua yang lahir pada tahun 1916, MA mengokohkan diri sebagai ormas Islam ahlu sunnah wal jamaah yang menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Wiranto menyampaikan apresiasi atas peran panjang Mathla’ul Anwar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Ia menilai organisasi tersebut memiliki posisi strategis dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi tantangan kesejahteraan.
“Mathla’ul Anwar adalah milik umat dan harus terus memberikan manfaat bagi umat. Organisasi juga perlu memperkuat kemandirian serta aktif hadir di wilayah-wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar organisasi kemasyarakatan tetap berperan aktif mendukung kebijakan pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, peran kritis tetap diperlukan selama disampaikan secara konstruktif dan solutif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB MA, Yanuar Arif Wibowo, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. Ia menyebut, dukungan terhadap pemerintah akan diiringi dengan masukan yang membangun demi kepentingan masyarakat luas.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan ini dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam mendorong kemajuan umat serta pembangunan bangsa secara berkelanjutan.