Marc Marquez akhirnya membongkar rahasia di balik keputusan kontroversialnya kembali balapan lebih cepat di GP Mugello beberapa pekan lalu. Sang juara dunia bertahan tersebut secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya sengaja memaksakan diri turun di Italia hanya sebagai ajang “latihan” dan persiapan matang demi mengamankan kemenangan emosional di MotoGP Hongaria.
Marquez memang melewati awal musim 2026 yang sangat kelam. Ia didera masalah saraf akibat cedera bahu kanan serius yang didapatnya saat kecelakaan hebat di Indonesia tahun lalu. Pembalap Ducati ini bahkan sempat absen di GP Catalunya untuk menjalani operasi saraf, yang jadwalnya dimajukan setelah ia juga menderita patah tulang kaki di GP Prancis.
Secara mengejutkan, pembalap berjuluk The Baby Alien itu nekat kembali mengaspal di Mugello setelah hanya beristirahat tiga minggu, di mana ia akhirnya hanya mampu finis pasrah di posisi ketujuh. Saat itu, keputusan Marquez dianggap aneh karena sirkuit Mugello memiliki karakter cepat dan searah jarum jam (clockwise) yang sangat menyiksa bahu kanannya. Namun, setelah merengkuh podium tertinggi di Hongaria akhir pekan kemarin, semua teka-teki itu terjawab.
“Saya Tidak Bisa Berbohong…”
Ketika ditanya apakah keputusannya nekat membalap di Mugello memang taktik sengaja demi membidik kemenangan di Hongaria, Marquez menjawabnya tanpa ragu.
“Ya. Saya tidak bisa berbohong soal ini,” aku Marquez jujur. “Saya memutuskan membalap di Mugello untuk mempersiapkan diri menghadapi sirkuit ini (Hongaria). Karena jujur saja, saya tidak tahu seberapa banyak lagi kesempatan yang saya miliki untuk bisa memikirkan kemenangan di setiap akhir pekan.”
“Saya tahu bahwa di sirkuit ini, dengan karakter tikungan kirinya yang dominan, ada peluang besar bagi saya. Namun dengan situasi fisik saya saat ini, saya tidak bisa langsung tancap gas dengan mode menyerang sejak awal akhir pekan. Jika saya merasa kondisi tubuh saya enak, baru saya menyerang,” tambahnya.
Meski sukses naik podium tertinggi, pembalap asal Spanyol ini emoh jemawa menyongsong sisa musim pasca-libur musim panas nanti. “Sekarang bukan waktunya sesumbar. Menurut saya, saat ini saya memiliki lebih banyak risiko kehilangan sesuatu daripada keuntungan yang didapat. Jadi, mari tetap tenang.”
Siasat “Hemat Energi” yang Jenius
Sirkuit di Hongaria ini memang menjadi makanan empuk bagi Marquez karena jalurnya yang berlawanan arah jarum jam (anticlockwise). Karakter trek seperti ini sangat menguntungkan Marquez karena memberikan beban fisik yang jauh lebih ringan pada bahu kanannya yang cedera.
Meski begitu, ia harus menerapkan strategi mental yang sangat menguras otak agar fisiknya tidak kedodoran sebelum hari balapan.
“Kuncinya ada di hari Jumat. Pada lap ketiga atau keempat saya, catatan waktu langsung keluar dengan sangat mudah. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menghemat energi sepanjang hari Jumat; saya hanya menekan gas selama dua lap, lalu melambat selama lima lap, dan hanya memacu motor di sektor-sektor tertentu,” jelas pembalap bernomor motor 93 itu.
“Secara mental, melakukan taktik ini luar biasa sulit. Sangat susah menjaga konsentrasi dan mengambil titik referensi pengereman dengan cara seperti itu. Di Mugello saya tidak punya kecepatan untuk melakukan trik ini dan saya sangat menderita. Tapi di sini, segalanya mengalir sesuai dengan gaya balap saya.”
Menariknya, taktik melindungi bahu kanan ini menyisakan cerita unik di akhir balapan. Marquez mengaku bahwa untuk pertama kali dalam kariernya, ia justru terkena masalah arm pump pada lengan kirinya. “Itu terjadi karena saya terlalu keras bertumpu dan mendorong dengan tangan kiri saya sepanjang balapan,” pungkas sang juara dunia tersenyum.