JAKARTA – Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026.
Peningkatan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) membuat Indonesia berpeluang masuk dalam jajaran 15 negara dengan pasar mobil listrik terbesar di dunia.
Proyeksi tersebut disampaikan Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto, dalam acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026 di JIExpo, Jakarta.
Seto menyebut Indonesia sebelumnya telah masuk dalam 20 besar pasar mobil listrik dunia setelah penjualannya mencapai lebih dari 100 ribu unit pada 2025.
Namun, capaian penjualan pada 2026 sudah melampaui angka tersebut bahkan sebelum tahun berakhir.
Menurutnya, perkembangan pasar kendaraan listrik nasional dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat pesat.
Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menempati posisi 15 besar secara global pada 2026.
Penjualan Mobil Listrik Tembus 117 Ribu Unit
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil listrik berbasis baterai dari pabrik ke dealer mencapai 117.218 unit sepanjang Januari-September 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 113,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka ini juga telah melampaui total distribusi BEV sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 103.931 unit.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Pilihan model yang semakin beragam dan kehadiran berbagai merek baru turut memperluas persaingan di pasar otomotif nasional.
Jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, peningkatan penjualan BEV di Indonesia terlihat cukup tajam.
Pada 2020, distribusinya masih berada di angka 125 unit. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 687 unit pada 2021 dan melonjak menjadi 10.327 unit pada 2022.
Tren pertumbuhan berlanjut dengan penjualan 17.051 unit pada 2023, kemudian mencapai 43.188 unit pada 2024.
Setahun berikutnya, angka distribusi kembali meningkat hingga 103.931 unit.
Indonesia Tak Hanya Jadi Pasar, Industri Lokal Ikut Didorong
Pertumbuhan penjualan mobil listrik juga menjadi perhatian pemerintah dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di dalam negeri.
Seto menekankan pentingnya konsistensi penerapan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Pemerintah diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan penjualan, tetapi juga memastikan industri kendaraan listrik memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Dalam paparannya, Seto menyinggung target peningkatan komponen lokal pada industri baterai kendaraan listrik.
Target yang disampaikan mencakup kewajiban battery pack lokal sebesar 60 persen pada 2027 dan battery cell sebesar 80 persen pada 2029.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik, mulai dari produksi baterai hingga perakitan kendaraan di dalam negeri.
Dengan pertumbuhan penjualan yang terus meningkat, Indonesia memiliki peluang memperkuat posisinya dalam pasar kendaraan listrik global.
Meski demikian, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada keberlanjutan permintaan, pengembangan industri lokal, serta kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.***