JAKARTA โ Pep Guardiola memastikan ikatannya dengan Manchester City belum benar-benar berakhir meski telah meninggalkan kursi pelatih usai musim 2025-2026.
Mantan pelatih asal Catalan itu menegaskan akan kembali ke Stadion Etihad pada masa mendatang dalam kapasitas apa pun yang dibutuhkan klub.
Pernyataan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi pendukung Manchester City yang kini memasuki era baru bersama Enzo Maresca.
Selama 10 musim memimpin The Citizens, Guardiola mengubah wajah klub menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
Ia mempersembahkan enam gelar Premier League, dua trofi Liga Champions, serta treble bersejarah yang mengukuhkan statusnya sebagai pelatih tersukses klub.
Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar karena pengaruh Guardiola melampaui sekadar hasil pertandingan di lapangan.
Kini Manchester City memulai babak baru dengan Maresca yang dipercaya meneruskan fondasi kesuksesan yang telah dibangun pendahulunya.
Meski tidak lagi berada di ruang ganti, Guardiola menegaskan dirinya tetap siap memberikan dukungan jika suatu saat diperlukan.
Pep Ingin Tetap Berada di Balik Layar
Dalam wawancara bersama OKX, Guardiola mengungkapkan dirinya tidak ingin terlalu jauh dari Manchester City.
Ia mengaku lebih nyaman membantu dari belakang layar sambil memberi ruang bagi pelatih baru membangun jalannya sendiri.
โSaya akan berada di balik layar, apa pun yang terjadi. Jika mereka membutuhkan saya, saya akan ada. Manchester City bagi saya adalah sesuatu yang sangat istimewa dalam hidup.โ
โSuatu hari nanti, tentu saja saya akan kembali ke Stadion Etihad. Namun sekarang saya ingin berada di balik layar.โ
โJika pelatih baru membutuhkan saya, tentu kami akan berbicara, tidak ada masalah. Tetapi mereka harus menjalani jalan mereka sendiri,โ ungkapnya seperti dikutip dari Onefootball, Sabtu.
Pernyataan itu menegaskan hubungan Guardiola dengan Manchester City tetap terjaga meski tidak lagi menangani tim secara langsung.
Tetap Menonton Manchester City
Guardiola juga memastikan dirinya masih akan mengikuti perjalanan Manchester City ketika memiliki kesempatan.
Ia mengaku pertandingan besar The Citizens tetap menjadi tontonan yang tidak ingin dilewatkannya.
โYa, ya, ya, ya! Saya tidak tahu. Kalau saya sedang berada di hole ke-14 lapangan golf, mungkin saya akan menyelesaikan empat hole yang tersisa.โ
โTetapi jika jadwal memungkinkan, tentu saja. Pertandingan-pertandingan besar pasti akan saya tonton!โ
Jawaban tersebut memperlihatkan kedekatan emosional Guardiola dengan klub yang telah menjadi bagian penting dalam kariernya.
Candaan Bersama Khaldoon Al Mubarak
Guardiola turut membahas hubungannya yang tetap hangat dengan Presiden Klub, Khaldoon Al Mubarak.
Ia bahkan membayangkan keduanya kembali menyaksikan pertandingan Manchester City bersama di Abu Dhabi.
โSaya cukup yakin kalau saya berada di Abu Dhabi, Khaldoon akan menelepon dan berkata, โAyo, kita tonton bersama!โ.โ
โItu sesuatu yang ingin saya lakukan, melihat bagaimana mereka mengkritik pelatih baru seperti mereka mengkritik saya selama 10 tahun terakhir.โ
โSaya selalu mengatakan kepada Khaldoon, โLihat bagaimana mereka menghukum saya, bagaimana mereka mengkritik saya di sana!'โ
Candaan itu menggambarkan Guardiola memahami besarnya tekanan yang selalu mengiringi kursi pelatih Manchester City.
Dukungan Penting untuk Enzo Maresca
Komitmen Guardiola dinilai menjadi modal berharga bagi Maresca yang kini memimpin proyek baru Manchester City.
Maresca bukan sosok asing karena pernah menjadi bagian staf Guardiola saat klub meraih treble bersejarah.
Kesediaan Guardiola membantu menunjukkan proses regenerasi di Manchester City tetap berjalan dalam suasana yang harmonis.
Hubungannya dengan jajaran petinggi klub juga diyakini tetap erat sehingga pengalaman besarnya masih dapat dimanfaatkan.
Belum diketahui kapan Guardiola akan kembali ke Etihad, tetapi janjinya memberi keyakinan bahwa kisahnya bersama Manchester City belum benar-benar selesai.***