JAKARTA – Tanggal 9 Januari selalu menjadi catatan penting dalam sejarah dunia dan Indonesia. Beragam peristiwa bersejarah terjadi pada tanggal ini, mulai dari momen politik internasional, peresmian landmark global, hingga tragedi nasional yang mendalam. Berikut rangkuman sejumlah kejadian signifikan yang mencerminkan dinamika perdamaian, kemajuan, dan tragedi kemanusiaan.
Mahmoud Abbas Menangi Pemilu Presiden Palestina (2005)
Pada 9 Januari 2005, Mahmoud Abbas resmi terpilih sebagai Presiden Palestina setelah wafatnya Yasser Arafat. Kemenangan Abbas menandai babak baru dalam diplomasi Timur Tengah. Ia kemudian terlibat dalam upaya perdamaian dengan Perdana Menteri Israel saat itu, Ariel Sharon.
Mahmoud Abbas juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sejak 11 November 2004, Presiden Otoritas Nasional Palestina sejak 15 Januari 2005, serta Presiden Negara Palestina sejak 8 Mei 2005. Tokoh sentral dari partai Fatah ini terpilih sebagai ketua partai pada 2009, memperkuat perannya dalam perjuangan politik Palestina.
Markas Besar PBB Diresmikan di New York (1951)
Tanggal 9 Januari 1951 menandai peresmian Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, Amerika Serikat. Kompleks ini menjadi pusat utama penyelenggaraan berbagai sidang penting, termasuk Sidang Umum PBB, Dewan Keamanan, serta Dewan Ekonomi dan Sosial.
Sebagian sidang Dewan Ekonomi dan Sosial juga digelar di Jenewa, Swiss. Sementara itu, markas New York menampung Sekretariat PBB dan menjadi simbol harapan dunia terhadap perdamaian global pasca-Perang Dunia II.
Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 (2021)
Salah satu peristiwa paling memilukan di Indonesia terjadi pada 9 Januari 2021, ketika pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Penerbangan domestik rute Jakarta–Pontianak tersebut membawa 50 penumpang dan 12 awak kabin.
Empat menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, pesawat kehilangan kontak dan menukik tajam ke Laut Jawa. Seluruh 62 orang di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan penerbangan nasional.
Legenda Musik Indonesia Gombloh Berpulang (1988)
Dunia musik Indonesia berduka pada 9 Januari 1988 atas wafatnya penyanyi legendaris Gombloh di usia 39 tahun. Bernama asli Soedjarwoto, ia lahir pada 12 Juli 1948 di Tawangsari, Jombang, saat kedua orang tuanya mengungsi dari Surabaya akibat Agresi Militer Belanda II.
Orang tuanya berasal dari Genteng, Surabaya. Di kemudian hari, ia menambahkan nama Soemarsono sehingga dikenal sebagai Soedjarwoto Soemarsono. Julukan “Gombloh” yang berarti berpura-pura bodoh justru melekat kuat dan membawa keberuntungan dalam perjalanan karier musiknya. Karya-karyanya, seperti lagu Kebyar-Kebyar, tetap dikenang hingga kini.
Peristiwa-peristiwa pada 9 Januari tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang perdamaian, inovasi, dan kewaspadaan. Tanggal ini terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah global dan nasional.