JAKARTA – Perdana Menteri Irak terpilih, Ali Faleh Al-Zaidi, menyatakan kesiapan Baghdad untuk menjadi mediator dalam meredakan ketegangan antara Iran dan Amerik Serikat. Ia menegaskan dukungan penuh Irak terhadap jalur diplomasi demi stabilitas kawasan.
“Dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, kami menegaskan dukungan terhadap proses diplomatik dan dialog untuk meredam krisis,” tulis Al-Zaidi di platform X, Selasa (5/5/20226), dilansir Sputnik.
Ia menambahkan bahwa Irak siap “bertindak sebagai mediator antara Iran dan AS” guna mendorong penyelesaian damai.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari, yang dibalas Teheran dengan serangan ke Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Meski gencatan senjata diumumkan pada 7 April, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.
Sejak itu, tidak ada bentrokan baru, namun Washington tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Para mediator kini berupaya mengatur putaran baru perundingan untuk mencari jalan keluar dari krisis.