JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan terkait investasi yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa aset yang dimiliki Danantara bukan sekadar milik negara saat ini, tetapi merupakan kekayaan yang harus dijaga untuk anak cucu bangsa.
Prabowo menjelaskan bahwa Danantara dibentuk sebagai wadah untuk mengkonsolidasikan kekuatan ekonomi pemerintah, termasuk dana dan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Oleh karena itu, pengelolaannya harus mengedepankan prinsip tata kelola yang baik agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
“Saya beri petunjuk kepada pimpinan Danantara, kalau perlu keputusan-keputusan itu diambil secara hati-hati dan kalau perlu tidak perlu terlalu cepat. Ini adalah kekayaan anak dan cucu kita harus dijaga dengan baik,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta.
Selain itu, ia juga meminta peran aktif tokoh masyarakat dalam mengawasi pengelolaan investasi di Danantara. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Saya minta tokoh-tokoh masyarakat ikut mengawasi dan saya tegaskan bahwa setiap saat pekerjaan dan semua kebijakan Danantara ini harus bisa diaudit, harus bisa diawasi, harus bisa dipertanggungjawabkan setiap saat oleh siapa pun yang menginginkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa Danantara akan menerapkan standar manajemen internasional serta melibatkan penasihat global guna memperkuat tata kelola.
Dengan pendekatan ini, ia optimistis efektivitas pengelolaan aset negara dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
“Saudara-saudara, tapi ini saya kira adalah terobosan sangat besar. Dengan demikian, saya yakin manajemen semua aset di bawah Danantara akan lebih baik karena kita akan pakai manajemen yang berstandar internasional, juga dengan beberapa penasihat-penasihat tingkat internasional kita ingin belajar,” pungkasnya.