JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan layanan Bank Emas pertama di Indonesia, sebuah inisiatif yang digagas oleh PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Peresmian ini berlangsung pada Rabu, 26 Februari 2025, yang dapat disaksikan melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini, hari Rabu 26 Februari 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa persiapan untuk layanan Bank Emas ini sebenarnya sudah dimulai sejak pemerintahan sebelumnya, bahkan memakan waktu lebih dari empat tahun. “Takdir saya bahwa saya yang meresmikan. Sekali lagi, saya harus ucapkan terima kasih kepada Pak Jokowi,” tambahnya.
Menteri BUMN Erick Thohir juga menyampaikan pentingnya layanan bank emas di Indonesia, yang dianggap memiliki potensi besar. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya emas di dalam negeri masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga. “Singapura itu memiliki 228 ton emas, sedangkan Indonesia baru mengumpulkan sekitar 201 ton, yang terdiri dari cadangan di bank sentral, Pegadaian, dan BSI,” ujarnya.
Erick menambahkan, layanan Bank Emas di Indonesia dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang selama ini menyimpan emas secara tidak aman, seperti di bawah bantal. “Dengan adanya deposito emas, pembiayaan emas, penitipan emas, dan perdagangan emas langsung, masyarakat dapat menyimpan emas dengan lebih aman dan terorganisir,” pungkasnya.


