JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memulai agenda strategis di Swiss dengan tiba di Bandar Udara Internasional Zurich pada Rabu, 21 Januari 2026, sebagai langkah awal menuju partisipasi Indonesia di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos.
Kedatangan Presiden Prabowo sekitar pukul 17.55 waktu setempat menandai dimulainya rangkaian diplomasi ekonomi Indonesia yang berfokus pada penguatan posisi nasional di tengah dinamika global.
Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Konfederasi Swiss I Gede Ngurah Swajaya dan Atase Pertahanan KBRI Paris Marsekal Pertama TNI Hendra Gunawan.
Pesawat Kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan sebelumnya bertolak dari Bandar Udara Stansted, London, Inggris, dengan waktu tempuh penerbangan sekitar satu jam tiga puluh menit menuju Zurich.
Dalam penerbangan menuju Swiss tersebut, Presiden Prabowo didampingi langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setibanya di Zurich, Presiden Prabowo dan rombongan terbatas langsung menuju hotel untuk bermalam sebelum mengikuti agenda resmi kenegaraan dan forum internasional.
Selama kunjungan kerja di Swiss, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri serta berpartisipasi aktif dalam World Economic Forum Annual Meeting 2026 yang digelar di Davos.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan tampil sebagai pembicara kunci di hadapan lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan global.
Dalam forum bergengsi tersebut, Presiden Prabowo akan memaparkan kerangka besar pemikiran ekonomi nasional yang telah dirancang dan diimplementasikan sebelum dan selama masa kepemimpinannya.
“Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep pemikiran ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, selama beliau sebelum menjadi Presiden dan sejak menjadi Presiden hingga sekarang, dan beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini.”
“Dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics, jadi anda lihat saja besok,” ujar Seskab Teddy kepada awak media di Bandar Udara London Stansted, Inggris, sebelum lepas landas menuju Swiss.
Konsep Prabowonomics akan diperkenalkan sebagai narasi ekonomi Indonesia yang menekankan kesinambungan kebijakan, stabilitas nasional, dan capaian konkret pemerintahan dalam satu tahun terakhir.
World Economic Forum sendiri merupakan organisasi internasional nirlaba berbasis multistakeholder yang mendorong kerja sama lintas sektor untuk menjawab tantangan global melalui dialog strategis.
WEF Annual Meeting 2026 mengangkat tema “A Spirit of Dialogue” yang menyoroti pentingnya kolaborasi terbuka di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan dinamika geopolitik internasional.
Keikutsertaan Indonesia dalam WEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global dan meningkatkan daya tarik investasi asing.
Pemerintah Indonesia juga memanfaatkan forum ini untuk menarik minat investor di sektor energi hijau, ekonomi digital, dan berbagai sektor strategis nasional.
Sebagai bagian dari diplomasi ekonomi, Indonesia menyelenggarakan Indonesia Pavilion pada 19–23 Januari 2026 dan Indonesia Night pada 21 Januari 2026 untuk memperluas jejaring dan direct engagement dengan pelaku global.
Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Annual Meeting 2026 menegaskan komitmen Indonesia untuk terus aktif dalam dialog global sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional di tengah ketidakpastian dunia.***
