LAMPUNG – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri nasional dengan menunjukkan dukungan langsung terhadap produk buatan dalam negeri, khususnya sektor otomotif yang kini mulai berkembang dan menghasilkan kendaraan karya anak bangsa.
Dalam pidatonya pada Musyawarah Nasional HIPMI ke-18 Tahun 2026 di Lampung, Rabu (10/6/2026), Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya mendorong penggunaan produk lokal melalui kebijakan, tetapi juga memberikan teladan nyata melalui praktik langsung di lingkungan pemerintahan.
Menurut Kepala Negara, salah satu langkah konkret yang saat ini telah berjalan adalah penggunaan kendaraan taktis Maung oleh Tentara Nasional Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat industri pertahanan sekaligus industri otomotif nasional.
Prabowo menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bahwa kemampuan manufaktur nasional semakin mendapatkan kepercayaan untuk memenuhi kebutuhan strategis negara.
“Kita sudah mulai merintis, sekarang TNI sudah pakai jip buatan putra-putri Indonesia sendiri. Presidenmu, saya sekarang pakai mobil buatan rakyat Indonesia sendiri,” ujar Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kepercayaan terhadap produk lokal harus dimulai dari para pemimpin dan pejabat negara agar masyarakat semakin yakin terhadap kualitas hasil karya bangsa sendiri.
Prabowo menegaskan bahwa penggunaan kendaraan produksi nasional bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian industri Indonesia.
Meski demikian, Presiden mengakui bahwa industri otomotif nasional masih berada dalam fase pengembangan sehingga masih memerlukan waktu untuk terus meningkatkan kualitas, teknologi, serta daya saing agar mampu bersaing dengan merek-merek global yang telah lama mendominasi pasar.
“Namanya suatu yang baru, ya mungkin tidak sebagus kalau saya pakai BMW atau Mercedes ya kan. Kalau Pak Ara (Maruarar Sirait) pakai Mercedes mungkin ya, aku udah nggak bisa lagi. Saya pakai Maung,” katanya.
Menurut Prabowo, tantangan tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses pembangunan industri karena setiap negara maju juga memulai perjalanan industrinya dari tahap awal sebelum akhirnya mampu menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional.
Karena itu, ia menilai dukungan terhadap produk nasional harus dilakukan secara konsisten agar industri dalam negeri memiliki ruang untuk tumbuh, berkembang, dan meningkatkan kualitas produksinya.
Presiden menegaskan bahwa pilihannya menggunakan Maung bukan semata-mata didasarkan pada aspek teknis kendaraan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya mencintai dan menggunakan produk karya bangsa sendiri.
“Suka tidak suka karena saya presiden, saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak-anak Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem industri nasional yang lebih kuat, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan putra-putri Indonesia dalam menghasilkan produk berstandar tinggi yang mampu bersaing di tingkat global.***