Citra pariwisata Bali kembali tercoreng oleh ulah tak terpuji oknum wisatawan mancanegara. Sebuah video yang menampilkan dugaan tindak pencurian fasilitas hotel oleh warga negara asing (WNA) asal India di Asvara Resort Ubud viral dan memicu kemarahan publik.
Peristiwa ini terbongkar pada Minggu (19/4/2026) pagi, saat rombongan yang terdiri dari empat orang tersebut hendak melakukan proses check-out.
Geledah Barang Bawaan
Kecurigaan bermula saat petugas housekeeping melakukan pemeriksaan rutin kamar pasca-menginap. Hasilnya mengejutkan: sederet fasilitas hotel raib dari tempatnya. Tak tanggung-tanggung, barang yang hilang meliputi:
-
Perlengkapan Mandi: Handuk mandi, handuk kolam, kimono, hingga keset.
-
Elektronik & Aksesori: Hair dryer, box remote TV, hingga alas gelas.
-
Peralatan Makan: Berbagai alat makan milik hotel juga turut “dibungkus”.
Manajemen hotel pun langsung bergerak cepat menghentikan proses kepulangan para turis tersebut untuk melakukan klarifikasi dan penggeledahan.
Mengaku Salah dan Berakhir Kekeluargaan
Setelah sempat terpojok oleh bukti-bukti yang ditemukan, para WNA India tersebut akhirnya mengakui telah mengambil barang-barang milik hotel tanpa izin. Mereka pun menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pihak manajemen.
“Permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan di lingkup internal hotel. Kesepakatannya, seluruh barang wajib dikembalikan dan kasus tidak dilanjutkan ke ranah hukum,” jelas Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, Selasa (21/4/2026).
Meski berakhir damai, Polres Gianyar tetap melakukan penelusuran guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif. Kepolisian juga mengimbau agar masyarakat dan pelaku industri pariwisata tetap waspada, namun bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Kini, setelah mengembalikan semua barang “jarahan” mereka, para turis tersebut diizinkan melanjutkan perjalanan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengelola akomodasi di Bali untuk memperketat pengawasan terhadap fasilitas mereka guna menjaga martabat dan keamanan pariwisata Pulau Dewata.