JAKARTA – Argentina melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan modal kepercayaan diri tinggi berkat performa luar biasa Lionel Messi.
Kapten Albiceleste itu telah mencetak delapan gol dari lima pertandingan sepanjang turnamen.
Catatan tersebut membuat Messi berada di puncak persaingan peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku tidak terkejut dengan ketajaman pemain berusia 39 tahun tersebut.
Menurut Scaloni, kualitas Messi tetap berada di level tertinggi selama sang megabintang masih memiliki motivasi bermain.
“Saya tidak terkejut.”
“Mungkin orang yang tidak mengenalnya mengira pada usia 39 tahun dia sudah tidak mampu.”
“Tetapi selama dia masih ingin bermain, dia akan tetap menjadi yang terbaik.”
“Suatu saat usianya akan mencapai 50 tahun dan tentu bukan lagi yang terbaik.”
“Namun kami yang melihatnya berlatih setiap hari tahu kualitasnya benar-benar luar biasa.”
“Saya bahkan sulit membayangkan sehebat apa dirinya saat berusia 23 atau 24 tahun di Barcelona asuhan Guardiola,” ungkap Scaloni seperti dikutip dari USA TODAY Sports, Sabtu (11/7/2026).
Scaloni menangani Argentina sejak 2018 dan mempersembahkan dua gelar Copa America serta Piala Dunia 2022.
Menurut staf pelatih, data fisik Messi masih menunjukkan performa yang stabil dibanding turnamen besar sebelumnya.
Scaloni menyebut intensitas permainan Messi tidak mengalami penurunan berarti.
Ia juga memuji kerja sama Messi dengan tim pelatih kebugaran yang menjaga kondisi fisiknya.
Pelatih berusia 48 tahun itu menilai statistik Messi masih sangat kompetitif di level internasional.
Scaloni juga menegaskan Messi memiliki hak menentukan apakah akan mengambil penalti atau tidak.
Messi sempat gagal mengeksekusi penalti saat fase grup melawan Austria.
Meski demikian, ia tetap mencetak dua gol dari permainan terbuka pada laga tersebut.
Saat menghadapi Mesir, penalti Messi juga berhasil digagalkan kiper Mostafa Shoubir.
Kini fokus Argentina tertuju pada Swiss yang menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.
Swiss berhasil melaju ke delapan besar meski tidak banyak dijagokan sebelum kompetisi dimulai.
Scaloni menilai Swiss merupakan lawan yang sangat berbahaya.
“Tidak ada lawan yang mudah.”
“Menurut saya Swiss adalah tim yang sangat bagus.”
“Mereka mampu bersaing melawan tim nasional terbaik.”
“Mereka selalu bermain menyerang.”
“Mereka memiliki tradisi kuat di Piala Dunia.”
“Pemain mereka berpengalaman dan sangat kuat secara fisik.”
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan kami menghormati mereka seperti menghormati semua lawan.”
“Mereka menyingkirkan Kolombia yang tampil sangat baik sepanjang turnamen.”
“Kami sudah tahu mereka memiliki kualitas untuk melangkah sejauh ini.”
Bek Argentina Lisandro Martinez mengatakan timnya memilih fokus memperbaiki permainan dibanding menanggapi kontroversi wasit.
Ia menegaskan seluruh pemain melakukan evaluasi secara jujur setelah setiap pertandingan.
“Kami berada dalam gelembung kami sendiri.”
“Kami sadar dan sangat kritis terhadap diri sendiri.”
“Kami tahu kapan melakukan kesalahan atau bermain kurang baik.”
“Saat menonton ulang pertandingan, kami mengetahui apa yang harus diperbaiki.”
“Bersikap jujur kepada diri sendiri adalah cara terbaik untuk berkembang.”
Argentina memburu tiket semifinal saat menghadapi Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Kansas City, Missouri.***