Setahun setelah pemecatan dramatisnya dari posisi Kepala Tim dan CEO Red Bull Racing di GP Inggris, Christian Horner (52) akhirnya kembali menginjakkan kaki di paddock Formula 1. Kehadirannya di Sirkuit Silverstone langsung mencuri perhatian dan memicu gelombang spekulasi liar mengenai masa depannya.
Datang sebagai tamu undangan didampingi mantan petugas pers Red Bull, Alice Hedworth, Horner langsung dikerumuni oleh dinding fotografer dan awak media yang penasaran dengan langkah politiknya berikutnya di F1.
“Keluar dari Roda Hamster” Setelah 20 Tahun
Kepada Sky Sports F1, pria asal Inggris ini mencoba meredam suasana dengan mengaku kehadirannya murni sebagai pencinta balap sejati.
“Sangat menyenangkan bisa kembali ke Silverstone. Pada akhirnya saya adalah seorang penggemar dan GP Inggris sedang digelar di sini. Saya belum pernah melewatkan satu balapan pun sejak tahun 1993, jadi senang bisa ada di sini,” ungkap Horner.
Horner juga merefleksikan masa rehatnya setelah didepak dari kubu berlambang banteng merah tersebut. “Saya menikmati waktu istirahat saya. Saya menghabiskan 20 tahun berturut-turut bersama anak-anak Red Bull. Ini pertama kalinya saya punya waktu untuk keluar dari ‘roda hamster’ (rutinitas yang menjemukan). Bagi saya, saya hanya akan mengambil proyek yang tepat—sesuatu yang memiliki peluang nyata untuk menang.”
Meskipun mengaku datang sebagai fans, Horner tidak menampik bahwa dirinya masih memiliki “urusan yang belum selesai” di kejuaraan dunia F1. Saat ini, namanya santer dikaitkan dengan beberapa proyek besar di grid.
Horner juga memberikan simpatinya saat ditanya mengenai keterpurukan Aston Martin belakangan ini. “Aston adalah merek Inggris yang hebat. Sedih melihat mereka kesulitan seperti sekarang. Tapi ya, spekulasi selalu ada. Hari ini Aston, besok Alpine, besoknya lagi tim lain. Hari ini saya di sini hanya untuk menikmati balapan sebagai fans,” pungkasnya tanpa terburu-buru mengambil keputusan.