Poltracking Indonesia resmi merilis peta persepsi publik terbaru terhadap jalannya roda pemerintahan komando Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, mayoritas masyarakat Indonesia terpantau masih menaruh rapor hijau bagi performa duet ini.
Dalam rilis survei nasional yang digelar secara virtual pada Kamis (4/6/2026), tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah kokoh menyentuh angka 72,2 persen.
“Yang sangat puas terhadap kinerja pemerintah itu ada di 6,2 persen, kemudian yang cukup puas ada di 66 persen. Kalau ditotal angka keseluruhan ada di angka 72,2 persen,” urai Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi.
Di sisi seberang, ketidakpuasan publik tercatat berada di angka 25,1 persen, sementara 2,7 persen responden memilih untuk menahan diri atau tidak memberikan jawaban.
Secara Angka Menurun, Secara Statistik Stagnan
Jika ditarik garis perbandingan dengan periode survei Poltracking sebelumnya, secara nominal angka kepuasan ini memang memperlihatkan grafik penurunan dari kisaran 74 persen ke 72,2 persen. Namun, Masduri memberikan catatan penting secara metodologis.
“Secara statistik, karena ada margin of error dari survei Poltracking sebesar 2,9 persen, angka 74 dengan 72 ini sebenarnya cenderung stagnan. Jadi dalam rentang survei Maret sampai dengan Mei, atau dalam dua bulan ini, kecenderungannya stagnan,” imbuhnya.
Mesin Pendongkrak Kepuasan: Bansos Geser MBG
Menariknya, terjadi pergeseran peta alasan di balik kepuasan masyarakat terhadap pemerintah. Jika pada survei sebelumnya program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi primadona, kali ini posisinya sedikit tergeser oleh instrumen jaring pengaman sosial.
Berikut adalah 4 faktor utama penopang kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran per Mei 2026:
-
Bantuan Pemerintah Tepat Sasaran (14%): Menempati posisi puncak. Distribusi bantuan sosial (bansos) dinilai publik semakin akurat dan menyentuh mereka yang membutuhkan.
-
Program Makan Bergizi Gratis / MBG (13,8%): Berada di posisi kedua. Program ikonik ini tetap populer dan menjadi perhatian kuat publik, meskipun belakangan diterpa berbagai dinamika isu nasional.
-
Kepemimpinan Tegas dan Berwibawa (10,6%): Karakter kepemimpinan Prabowo Subianto dinilai memberikan rasa aman dan stabilitas makro bagi publik.
-
Sektor Ekonomi (9,4%): Persepsi perbaikan dan stabilitas ekonomi mulai dirasakan langsung di tingkat akar rumput.
Selain empat pilar di atas, sisa persentase kepuasan lainnya didistribusikan pada alasan kemudahan akses pendidikan, jaminan layanan kesehatan, serta bukti kerja nyata di lapangan.
Metodologi dan Keandalan Data
-
Waktu Pelaksanaan: 11 – 17 Mei 2026
-
Metode Sampling: Multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung (face-to-face).
-
Ukuran Sampel: 1.220 responden dari berbagai penjuru wilayah.
-
Tingkat Kepercayaan: 95% dengan margin of error sebesar $\pm 2,9\%$.
Melihat tren data di atas, program sosial yang menyentuh langsung isi dompet dan piring masyarakat terbukti menjadi jangkar utama dalam menjaga stabilitas kepercayaan publik di tengah dinamika politik tahun 2026.