MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sedang gencar melakukan pencarian terhadap tiga jemaah haji Indonesia yang hilang di Makkah dan Jeddah. Kepala Bidang Pelindungan Jemaah PPIH, Harun Arrasid, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran di seluruh rumah sakit yang ada di kedua kota tersebut untuk mencari dan memastikan keberadaan jemaah yang hilang.
“Proses pencarian terhadap jamaah yang belum kembali ke kloternya masih kami lakukan. Kami fokuskan pencarian di rumah sakit-rumah sakit di Makkah dan Jeddah,” ungkap Harun dalam konferensi pers di Makkah, Minggu, (22/6/2025) dilansir dari Antara.
Untuk mempercepat pencarian, PPIH telah membentuk dua tim khusus yang berkoordinasi dengan pihak syarikah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, serta hotel-hotel yang ada di sekitar Makkah. “Kami juga melakukan penyisiran di hotel-hotel yang sudah ditinggalkan jamaah, baik mereka yang pulang ke Tanah Air maupun yang menuju Madinah,” lanjutnya.
Tiga jamaah yang masih dalam pencarian adalah Nurimah dari kloter PLM 19, Sukardi dari kloter SUB 79, dan Hasbullah dari kloter BDJ 07.
Nurimah diketahui meninggalkan rombongan pada hari ketiga setelah tiba di Makkah, sementara Sukardi terpisah dari kloternya pada hari kedua. Kementerian Agama telah membadalhajikan keduanya karena hilang sebelum puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Sementara itu, Hasbullah dilaporkan menghilang setelah puncak haji. Ia terakhir kali diketahui meninggalkan hotel tempatnya menginap pada Selasa, 17 Juni, dan hingga kini belum kembali.
Pihak PPIH terus bekerja keras untuk menemukan ketiga jamaah tersebut dan memastikan keselamatan mereka selama ibadah haji berlangsung.