JAKARTA – Cristiano Ronaldo menerima sanksi disiplin dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) berupa larangan bermain selama 30 hari dan denda sebesar 255 euro atau sekitar Rp4,2 juta. Hukuman tersebut dijatuhkan setelah kapten Timnas Portugal itu meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin.
Berdasarkan laporan JPNN Jateng pada Selasa (20/10/2026), insiden tersebut terjadi di Kopenhagen, Denmark, pada akhir September lalu. Ronaldo dilaporkan meninggalkan kamp latihan tim nasional pada 30 September 2026, menjelang agenda pertandingan Portugal.
Keputusan sanksi diambil setelah Dewan Disiplin FPF menilai tindakan pemain berusia 41 tahun tersebut sebagai pelanggaran terhadap aturan disiplin federasi.
Perselisihan dengan Pelatih Jadi Sorotan
Kepergian Ronaldo dari pemusatan latihan disebut berkaitan dengan ketegangan bersama pelatih Portugal, Jorge Jesus. Perselisihan tersebut dilaporkan menyangkut peran Ronaldo di dalam skuad dan kesempatan bermain yang diperolehnya.
Situasi memanas setelah Ronaldo tidak dimainkan ketika Portugal menghadapi Norwegia pada 27 September 2026. Portugal memenangi pertandingan tersebut dengan skor 2-1, tetapi Ronaldo hanya menjadi pemain cadangan yang tidak diturunkan.
Ronaldo kemudian meninggalkan kamp tim nasional sebelum agenda berikutnya. Tindakannya itu berujung pada proses disipliner yang ditangani federasi sepak bola Portugal.
Ronaldo Akui Kesalahannya
Setelah insiden tersebut, Ronaldo menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan setimnya dan mengakui bahwa tindakannya meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin memiliki konsekuensi.
Ia juga menyatakan bersedia menerima hukuman yang ditetapkan federasi. Meski menghadapi sanksi, Ronaldo belum menyatakan mundur dari Timnas Portugal.
Keputusan FPF menjadi bentuk penegakan aturan internal terhadap pemain yang dinilai melakukan pelanggaran disiplin, terlepas dari statusnya sebagai kapten dan salah satu pemain paling berpengaruh di tim nasional.
Sanksi Tidak Menghalangi Ronaldo Membela Al Nassr
Hukuman selama 30 hari tersebut berlaku untuk agenda pertandingan internasional di bawah yurisdiksi FPF. Dengan demikian, Ronaldo tetap dapat memperkuat klubnya, Al Nassr, dalam kompetisi domestik Arab Saudi maupun AFC Champions League Elite.
FPF juga memberlakukan sanksi secara surut, sehingga masa hukuman dihitung sejak periode pelanggaran pada akhir September. Berdasarkan laporan JPNN Jateng, penerapan tersebut membuat masa skorsing berakhir sebelum agenda pertandingan internasional Portugal berikutnya pada November 2026.
Portugal dijadwalkan menghadapi Denmark pada 14 November dan Wales pada 17 November 2026. Dengan pemberlakuan sanksi secara surut, Ronaldo diperkirakan tidak perlu melewatkan kedua pertandingan tersebut akibat hukuman ini.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai pemanggilan pemain tetap menjadi kewenangan tim nasional Portugal.