JAKARTA – Presiden Donald Trump pada Rabu (16/7/2025) menyatakan bahwa Coca-Cola telah setuju untuk menggunakan gula tebu dalam produknya di Amerika Serikat setelah dirinya berdiskusi dengan pihak perusahaan.
“Saya telah berbicara dengan Coca-Cola tentang penggunaan GULA TEBU SEBENARNYA dalam Coke di Amerika Serikat, dan mereka telah setuju untuk melakukannya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berwenang di Coca-Cola,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, dilansir dari Reuters.
Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara Coca-Cola yang berbasis di Atlanta mengatakan bahwa perusahaan akan segera membagikan informasi mengenai produk terbaru mereka, serta menyampaikan apresiasi atas antusiasme Trump terhadap produk mereka.
Selama ini, Coca-Cola yang diproduksi untuk pasar AS umumnya menggunakan pemanis dari sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup/HFCS), sedangkan di beberapa negara lain, Coca-Cola menggunakan gula tebu sebagai pemanis.
Inisiatif pemerintahan Trump bertajuk Make America Healthy Again (MAHA), sebuah gerakan sosial yang sejalan dengan pandangan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., mendorong perusahaan makanan untuk mengubah formulasi produk mereka dan menghapus bahan-bahan seperti pewarna buatan.
Kennedy sendiri dikenal vokal dalam mengkritik tingginya konsumsi gula dalam pola makan masyarakat AS, dan menyebut bahwa pedoman diet terbaru yang akan dirilis musim panas ini akan merekomendasikan masyarakat untuk mengonsumsi “makanan utuh”.
Sebuah laporan yang dirilis pada Mei oleh Komisi MAHA—panel yang dibentuk Trump untuk mengidentifikasi penyebab utama penyakit kronis—mengungkap bahwa konsumsi tinggi HFCS berpotensi menjadi faktor dalam obesitas anak dan kondisi kesehatan lainnya.
Meskipun para pakar medis menyarankan untuk membatasi konsumsi gula tambahan, mereka tidak menemukan perbedaan signifikan secara nutrisi antara gula tebu dan sirup jagung tinggi fruktosa.
Asosiasi produsen jagung, terutama yang berbasis di wilayah Midwest AS, selama ini memiliki pengaruh politik yang kuat di Washington. Sementara itu, negara bagian asal Trump, Florida, merupakan produsen gula tebu terbesar di Amerika Serikat.
“Mengganti sirup jagung tinggi fruktosa dengan gula tebu tidak masuk akal,” ujar Presiden dan CEO Corn Refiners Association, John Bode. “Langkah itu akan menghilangkan ribuan pekerjaan di sektor manufaktur makanan, menurunkan pendapatan petani, serta meningkatkan impor gula dari luar negeri—semua tanpa manfaat gizi.”
Gedung Putih belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Trump tersebut.
Komisi MAHA sendiri terdiri dari Kennedy, Menteri Pertanian Brooke Rollins, serta sejumlah anggota kabinet dan pejabat lainnya.
Pemerintahan Trump juga telah menyetujui permintaan beberapa negara bagian untuk menghapus minuman bersoda dari daftar barang yang diperbolehkan dalam program bantuan makanan SNAP (Supplemental Nutrition Assistance Program), memberikan tekanan tambahan bagi perusahaan seperti Coca-Cola dan PepsiCo.