JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Israel agar segera menghentikan serangan ke Lebanon setelah gencatan senjata resmi berlaku pada Jumat (17/4/2026). Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan bahwa militer Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Lebanon Selatan sepanjang hari, meski kesepakatan damai mulai berjalan sejak dini hari.
Trump menegaskan pemerintahannya tidak mengizinkan adanya serangan lanjutan terhadap Lebanon. Ia menyebut Washington telah memberikan larangan tegas kepada Israel untuk menghentikan aksi militer tersebut.
“Israel tidak akan lagi mengebom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Cukup sudah!” tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Pernyataan keras itu muncul di tengah sorotan internasional terhadap implementasi gencatan senjata yang dinilai rapuh. Meski kesepakatan penghentian konflik telah diumumkan, serangan yang masih berlangsung memicu kekhawatiran situasi kembali memanas.
Trump menjelaskan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon merupakan kesepakatan tersendiri, terpisah dari proses perundingan damai yang saat ini sedang dijalankan Amerika Serikat dengan Iran.
Menurut dia, Washington tetap berkomitmen menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah melalui jalur diplomasi, sekaligus menangani ancaman dari kelompok Hizbullah dengan pendekatan yang dianggap tepat.
“Amerika Serikat akan terus bekerja sama dengan Lebanon, dan menangani Hizbullah dengan cara yang benar,” ujar Trump.
Sebelumnya, Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada Kamis lalu. Kesepakatan itu diharapkan menjadi pintu masuk menuju penghentian konflik yang lebih permanen.
Namun di lapangan, situasi belum sepenuhnya kondusif. Serangan yang masih terjadi di sejumlah titik Lebanon Selatan menunjukkan tantangan besar dalam memastikan kedua pihak mematuhi komitmen damai.
Konflik selama 45 hari terakhir telah menimbulkan korban jiwa dan krisis kemanusiaan besar. Sedikitnya 2.200 orang dilaporkan tewas dan 7.185 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel ke Lebanon.
Selain korban jiwa, lebih dari satu juta warga juga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Kondisi tersebut menambah tekanan internasional agar gencatan senjata benar-benar dijalankan tanpa pelanggaran.
Komunitas global kini menanti langkah konkret dari Israel, Lebanon, dan para mediator internasional untuk memastikan penghentian perang berjalan efektif, serta membuka jalan bagi pemulihan kawasan yang terdampak konflik berkepanjangan.