Kementerian Dalam Negeri bersama Garuda TV resmi mengumumkan gelaran “Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026”. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ajang penghargaan nasional kali ini mengusung sistem kompetisi baru yang dinilai jauh lebih adil bagi daerah-daerah berpendapatan rendah di Indonesia.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan, jika kompetisi disamaratakan secara nasional, maka daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kecil tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menang melawan daerah raksasa.
“Kalau nasional nanti pertandingannya enggak fair, Pak. Gubernur-gubernur yang kuat anggarannya selalu menang nantinya, seperti DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kasihan daerah yang APBD-nya kecil, berat melawan itu karena daerah kaya inovasinya lebih banyak sebab uangnya ada,” jelas Tito.
Ketimpangan serupa juga terjadi di tingkat kabupaten/kota. Tito mencontohkan Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) dan Kabupaten Badung (Bali) yang memiliki kekuatan APBD fantastis mencapai Rp10 triliun, yang bahkan nilainya jauh lebih besar dari anggaran tingkat provinsi di luar Jawa.
Oleh karena itu, Kemendagri menetapkan formula baru dengan membagi kompetisi ke dalam 6 Region Geografis Utama agar pertandingan berjalan seimbang (apple-to-apple):
| No | Wilayah Pertandingan (Region) | Catatan Khusus Sistem Kompetisi |
| 1 | Sumatera | Pertandingan paling berat (diikuti 10 Gubernur) |
| 2 | Kalimantan | Kompetisi antar-5 provinsi |
| 3 | Sulawesi | Kompetisi antar-6 provinsi |
| 4 | Jawa & Bali | Bali sengaja digabung ke Jawa agar tidak timpang jika harus melawan Nusra |
| 5 | Papua | Khusus zona otonomi khusus Papua (6 provinsi) |
| 6 | Nusra & Maluku | Penggabungan NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara (Daerah dengan kategori anggaran terbatas) |
Kritik Mendagri: Minta Jatah Pemenang Daerah Miskin Ditambah
Tito bahkan sempat melayangkan komplain terbuka kepada panitia penyelenggara terkait kuota pemenang untuk region yang bermodal kecil, seperti Maluku dan Nusa Tenggara. Ia menilai panitia terlalu pelit karena hanya mengambil 1 pemenang kota/daerah di zona tersebut dengan alasan jumlah daerahnya sedikit (seperti Kota Tual, Ternate, dan Bima), sementara wilayah lain dijatah 3 pemenang.
“Jangan lupa, ini daerah-daerah cekak ini. Kasih 3 miliar, kasih 2 miliar, bila perlu semuanya dikasih aja semua. Karena tujuannya memang untuk memberi sambil memberikan apresiasi prestasi,” tegas mantan Kapolri tersebut.
Melalui siaran nasional bersama Garuda TV sebagai official broadcaster, ajang ini diharapkan mampu memamerkan kerja keras para bupati dan wali kota di daerah terpencil yang mampu melahirkan inovasi hebat di tengah keterbatasan anggaran.