JAKARTA – Legenda MotoGP, Valentino Rossi mengungkapkan detail latihan di rumah menggunakan simulator balap, meski ia mengakui “lebih sering daripada tidak” kalah dalam balapan virtual.
Setelah pensiun dari MotoGP pada 2021, juara dunia sembilan kali itu beralih ke balap mobil penuh waktu pada 2022. Rossi sempat tiga musim tampil di GT World Challenge Europe sebelum fokus ke FIA World Endurance Championship (WEC) pada 2025. Musim ini, ia kembali ke GTWCE bersama tim WRT sekaligus tetap menjadi pembalap pabrikan BMW.
Berbicara di podcast Tintoria, Rossi menjelaskan bahwa ia berlatih dengan simulator iRacing. “Saya berlatih di simulator, yang sebenarnya adalah permainan video, tetapi di level tertinggi, iRacing,” katanya, dilansir Motorsport, Sabtu (18/4/2026). “Kamu bermain di PC. Ada setir yang sama seperti di mobilku, dengan semua tombolnya.”
Rossi menambahkan, “Pacarku bilang aku bersama ‘teman-teman khayalanku’ di Discord. Secara online, namaku ValentinoRossi2. Mereka sudah mengambil ‘yang satu’. Terkadang saya menang, tetapi lebih sering kalah.”
Ia menggambarkan pengalaman simulator sebagai latihan mendalam dengan kokpit virtual yang ditampilkan di tiga layar. “Video game balap mobil memang bagus, game motor tidak. Ada yang MotoGP, dan versi 2004 benar-benar bagus. Sayangnya, tidak ada simulator untuk motor,” ujarnya.
Rossi juga mengenang masa kecilnya dengan Atari dan Super Mario Kart, serta menyebut para pembalap muda seperti Luca Marini, Franco Morbidelli, dan Marco Bezzecchi sangat terampil dalam permainan balap.
Menurutnya, simulator kini menjadi bagian penting dunia balap, bahkan juara dunia F1 Max Verstappen menganggap latihan di simulator lebih penting daripada balapan kart. Rossi menutup dengan gambaran ruang latihannya yang dipenuhi memorabilia karier, dua simulator, mesin pinball, meja biliar, dan TV besar.