MONZA – Max Verstappen kembali menunjukkan dominasinya di lintasan Formula 1 dengan mengubah pole position menjadi kemenangan gemilang di Grand Prix Italia, Minggu (7/9/2025). Pembalap Red Bull ini berhasil mengungguli duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, dalam balapan yang penuh aksi dramatis di Sirkuit Monza.
Balapan langsung memanas begitu lampu start padam. Verstappen dan Norris terlibat duel sengit di lintasan lurus start/finish. Verstappen, yang melewati chicane pertama untuk mempertahankan posisi, sempat menyerahkan tempatnya kepada Norris di lap kedua demi menghindari penalti. Namun, juara dunia empat kali ini tak butuh waktu lama untuk merebut kembali posisi terdepan dan melaju tanpa tanding hingga garis finis.
Di belakang Verstappen, drama terjadi di kubu McLaren. Pit stop lambat Norris membuka peluang bagi Piastri untuk naik ke posisi kedua. Dalam situasi tak biasa, McLaren memerintahkan Piastri untuk mengembalikan posisi kepada Norris, instruksi yang awalnya dipertanyakan namun akhirnya dipatuhi. Hasilnya, Norris finis kedua, diikuti Piastri di posisi ketiga, memperkecil selisih poin antara keduanya dari 34 menjadi 31.
Ferrari, yang diharapkan tampil gemilang di kandang sendiri, harus puas dengan hasil minim. Charles Leclerc finis keempat, sementara Lewis Hamilton (Mercedes), yang start dengan penalti lima posisi, berhasil merangsek ke posisi keenam. George Russell melengkapi performa solid Mercedes di posisi kelima.
Kisah heroik lainnya datang dari Alex Albon, yang membawa Williams finis ketujuh dari sesi kualifikasi sulit, serta Isack Hadjar yang start dari pit lane namun sukses meraih poin di posisi kesepuluh. Sementara itu, Aston Martin mengalami nasib buruk dengan Lance Stroll terpuruk di akhir balapan dan Fernando Alonso gagal finis akibat masalah suspensi. Sauber juga kecewa setelah Nico Hulkenberg tak bisa memulai balapan karena masalah hidrolik.
Dengan kemenangan ini, Verstappen semakin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen, sementara drama internal McLaren menjadi sorotan utama di Monza. Balapan ini sekali lagi membuktikan bahwa di Formula 1, setiap detik di lintasan bisa mengubah dinamika persaingan.