NEW JERSEY, AS – Euforia kemenangan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 diwarnai momen haru saat Lamine Yamal bersujud syukur usai peluit akhir final melawan Argentina, lalu menengadahkan tangan sambil mengucap, “Alhamdulillah.”
Momen tersebut menjadi sorotan publik dunia setelah diunggah jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano melalui akun X miliknya. Dalam video singkat itu, pemain berusia 19 tahun tersebut tampak larut dalam rasa syukur usai membantu Spanyol meraih gelar juara dunia.
“🥺🇪🇸 Lamine Yamal at full time,” tulis Fabrizio Romano dalam unggahannya yang kemudian ramai dibagikan warganet.
Aksi Yamal menuai banyak respons positif. Banyak penggemar menilai gestur tersebut mencerminkan kerendahan hati sang pemain yang memilih mengawali perayaan dengan bersyukur atas pencapaian terbesar dalam kariernya bersama tim nasional.
Tak berhenti di situ, Yamal kembali menunjukkan sikap yang menuai apresiasi. Di tengah pesta kemenangan Spanyol, pemain Barcelona tersebut justru berjalan menghampiri kapten Argentina, Lionel Messi, yang baru saja gagal mempertahankan gelar juara dunia.
Tanpa ragu, Yamal memeluk Messi sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang sejak lama menjadi inspirasinya di dunia sepak bola.
“Lamine Yamal went to hug Leo Messi right after the game. Beautiful moment,” tulis Romano.
Momen tersebut menjadi simbol sportivitas di tengah kerasnya persaingan final Piala Dunia. Meski berada di kubu pemenang, Yamal tetap menunjukkan rasa hormat kepada salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Bagi Yamal, gelar Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian luar biasa dalam usia yang masih sangat muda. Baru menginjak 19 tahun, ia kini telah mengoleksi dua trofi bergengsi bersama tim nasional senior Spanyol, yakni juara Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.
Sepanjang turnamen, winger Barcelona itu menjadi salah satu pilar utama dalam skema permainan pelatih Luis de la Fuente. Kecepatan, kreativitas, kemampuan menggiring bola, serta visi bermainnya membuat pertahanan lawan terus berada di bawah tekanan.
Meski hanya mencetak satu gol selama turnamen, kontribusi Yamal dinilai jauh melampaui angka statistik. Ia berulang kali menciptakan peluang, membuka ruang bagi rekan setim, dan menjadi motor serangan La Roja di berbagai pertandingan penting.
Spanyol sendiri memastikan gelar juara setelah menaklukkan Argentina dengan skor 1-0 pada laga final. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu menjadi penentu kemenangan sekaligus mengantarkan La Roja meraih trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah keberhasilan pada edisi 2010.
Di sisi lain, Lionel Messi harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up. Meski gagal mempertahankan gelar yang diraih Argentina pada edisi sebelumnya, kapten Albiceleste tetap mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang menjadi starter dalam tiga final Piala Dunia.
Namun, di balik ketatnya persaingan di lapangan, publik justru lebih banyak membicarakan dua gestur Lamine Yamal setelah pertandingan berakhir: sujud syukur sambil mengucapkan Alhamdulillah serta pelukannya kepada Lionel Messi. Dua momen itu menjadi penutup yang emosional bagi Piala Dunia 2026, memperlihatkan bahwa kemenangan dapat dirayakan dengan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada lawan.