BANDUNG – Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, menegaskan terduga pelaku pembacokan yang menewaskan Bobotoh asal Bogor, Arif Rahman Kusumah, tidak terafiliasi dengan kelompok suporter The Jakmania.
Pernyataan tersebut disampaikan Tobias untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan suporter Persib Bandung setelah insiden pembacokan yang merenggut nyawa Arif Rahman Kusumah.
Tobias mengapresiasi langkah cepat Polres Bogor yang berhasil menangkap terduga pelaku kurang dari 24 jam setelah kejadian. Namun, ia meminta polisi tidak hanya berpatokan pada pengakuan awal terduga pelaku yang menyebut dirinya bukan bagian dari kelompok suporter mana pun.
“Tentunya keterangan polisi tersebut bersumber dari keterangan awal pelaku, bahwa pelaku menyampaikan dirinya bukan suporter,” ujar Tobias.
Menurut Tobias, penyidik perlu mendalami lebih jauh latar belakang terduga pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatannya dengan kelompok suporter tertentu. Hal itu dinilai penting untuk memastikan motif di balik aksi pembacokan tersebut.
Terlebih, berdasarkan penelusuran internal Viking Persib Club dan koordinasi dengan basis Bobotoh di Bogor serta pengurus The Jakmania setempat, terdapat informasi yang mengarah pada dugaan keterkaitan terduga pelaku dengan kelompok suporter lain.
Informasi tersebut muncul setelah kepolisian merilis identitas dan wajah terduga pelaku kepada publik. Sejumlah orang disebut mengenali sosok tersebut dan menyampaikan informasi kepada internal suporter.
“Ketika pelaku dirilis ke publik, ternyata ada beberapa orang yang mengenali dan menyampaikan bahwa pelaku diduga terindikasi ke salah satu suporter yang klubnya berdomisili di Bogor, namun sekarang sudah tidak ada lagi di Liga 1,” kata Tobias.
Meski demikian, Tobias meminta informasi tersebut tidak langsung dijadikan kesimpulan sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Ia berharap aparat dapat menelusuri petunjuk yang muncul untuk memastikan identitas, latar belakang, serta motif terduga pelaku.
Menurutnya, pengungkapan kasus secara menyeluruh penting agar tidak muncul tudingan yang justru menyeret kelompok suporter lain tanpa dasar yang jelas.
Di tengah berkembangnya spekulasi di media sosial, Tobias juga mengingatkan Bobotoh agar tidak terpancing emosi. Ia meminta seluruh pendukung Persib menahan diri dan tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Saya mengajak untuk menahan diri dari perdebatan di media sosial, tidak menyebarkan informasi yang belum valid, dan tidak menuduh pihak-pihak yang belum jelas,” ucapnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa Viking Persib Club menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada kepolisian.
Ia berharap penyelidikan dapat mengungkap secara terang siapa pelaku, apa motif pembacokan, serta apakah terdapat keterkaitan dengan kelompok suporter tertentu.
“Kita tunggu hasil penyelidikan kepolisian. Semoga motifnya dan asal suporternya bisa terungkap jelas, sehingga tidak ada lagi perdebatan dan saling tuduh di media sosial,” pungkasnya.
Tobias berharap pengusutan kasus ini dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban sekaligus mencegah munculnya konflik antarkelompok suporter sepak bola akibat informasi yang belum dipastikan kebenarannya.