JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun pada tahun ini untuk melakukan revitalisasi total sistem irigasi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi sektor pertanian di tanah air.
Menurut Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, revitalisasi irigasi mencakup perbaikan infrastruktur dari mulai waduk, saluran irigasi primer, hingga saluran sekunder. “Kami pastikan irigasi di seluruh Indonesia akan dibenahi secara menyeluruh. Jika ada daerah yang belum selesai tahun ini, akan dilanjutkan pada tahun depan dan seterusnya,” ungkapnya pada HUT ke-2 GarudaTV di Anjungan Sarinah, Jakarta, Jumat Malam (8/8/2025).
Proyek revitalisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pasokan air untuk pertanian, tetapi juga memperbaiki ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Tak hanya itu, untuk menghindari ketidakseimbangan harga hasil pertanian yang sering terjadi pada musim panen, pemerintah juga mengupayakan sistem penyerapan yang efektif. Agar harga komoditas tetap stabil, Bulog akan berperan aktif dalam menyerap surplus hasil panen petani. “Kami ingin memastikan bahwa harga tetap terkendali di angka Rp6.000 per kilogram, yang akan mendatangkan kebahagiaan bagi petani. Dengan harga yang stabil, diharapkan produktivitas pertanian bisa terus meningkat,” tambahnya.
Sistem yang terintegrasi antara revitalisasi irigasi dan pengaturan pasar komoditas diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan Indonesia.