JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan adanya dinamika atmosfer yang cukup aktif di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan ke depan bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kondisi atmosfer tersebut diperkirakan memengaruhi pola cuaca di sejumlah daerah meskipun fenomena El Nino mulai menunjukkan penguatan di kawasan Samudra Pasifik.
Berdasarkan analisis terbaru indikator iklim global, BMKG mendeteksi munculnya indikasi “El Nino Condition” yang terpantau melalui indeks Nino 3.4 sebesar +0,68 serta Southern Oscillation Index atau SOI di angka -12,5.
Walaupun sinyal El Nino mulai berkembang, BMKG menilai atmosfer regional di Indonesia masih memiliki potensi besar memicu pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian utara.
“Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan. Khususnya di wilayah Indonesia bagian Utara,” kata BMKG dikutip dari laman resminya, Rabu, 27 Mei 2026.
Bibit Siklon hingga Sirkulasi Siklonik Dipantau Aktif
BMKG juga mengungkapkan keberadaan bibit siklon tropis 99W yang saat ini terpantau berada di Samudra Pasifik utara Papua Nugini.
Sistem tersebut dinilai mampu membentuk area konvergensi dan konfluensi yang membentang dari wilayah Papua Barat hingga Teluk Cendrawasih serta pesisir barat Papua Barat Daya.
Selain itu, BMKG memprediksi munculnya sirkulasi siklonik di beberapa perairan strategis Indonesia dan sekitarnya yang berpotensi memengaruhi cuaca regional.
“Sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Perairan barat Sumatra Barat, Samudra Hindia barat daya Banten, dan Laut Sulu. Sistem-sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan barat Bengkulu, Perairan barat Sumatra Utara, serta sekitar sirkulasi siklonik tersebut,” ucap BMKG.
Kehadiran sistem atmosfer tersebut diperkirakan meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah yang dilalui jalur konvergensi.
Aktivitas MJO dan Gelombang Atmosfer Diprediksi Menguat
BMKG turut memantau aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO yang diperkirakan bergerak menuju fase 6 atau Western Pacific dan masih aktif secara spasial di sejumlah daerah Indonesia.
Wilayah yang diprakirakan terdampak aktivitas MJO meliputi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara hingga Papua.
Tidak hanya itu, gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi melintasi sejumlah wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
“Wilayah utara Papua Barat dan Papua Barat Daya, gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif melintasi wilayah Aceh. Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah,” ujar BMKG.
BMKG menambahkan, gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.
Sementara itu, aktivitas Gelombang Mixed Rossby-Gravity atau MRG diprakirakan berkembang di wilayah utara Aceh.
“Aktivitas MJO dan gelombang-gelombang atmosfer tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan wilayah dilaluinya,” kata BMKG.
Potensi Cuaca Ekstrem Perlu Diwaspadai
Kondisi atmosfer yang dinamis tersebut membuat masyarakat di berbagai daerah diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah perairan.
Momentum libur dan aktivitas masyarakat saat Iduladha juga diimbau untuk tetap memperhatikan pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi gangguan perjalanan maupun aktivitas luar ruangan.***