JAKARTA – Bagi kebanyakan orang, secangkir kopi bisa membuat tubuh terasa lebih segar berkat kandungan kafeinnya. Namun, tidak sedikit yang justru merasa lemas atau mengantuk setelah minum kopi. Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa kafein, yang biasanya berfungsi sebagai pemicu energi, bisa membuat seseorang malah merasa mengantuk.
Berikut ini adalah lima alasan mengapa kopi bisa membuat seseorang mengantuk:
- Toleransi Kafein
Minum kopi secara rutin dapat membuat tubuh beradaptasi dengan kafein. Reseptor adenosin di otak pun menyesuaikan diri, sehingga efek kafein tidak sekuat dulu. Sebuah studi dalam Toxicology and Applied Pharmacology menemukan bahwa konsumsi kafein jangka panjang mengubah aktivitas reseptor adenosin, yang akhirnya membuat tubuh membangun toleransi terhadap kafein. - Rebound Adenosin
Kopi bekerja dengan cara memblokir adenosin, zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk. Namun, meskipun kafein memblokir reseptor adenosin, zat ini tetap terus menumpuk di dalam tubuh. Setelah efek kafein hilang, adenosin yang menumpuk akan masuk ke reseptor, menyebabkan rasa kantuk yang lebih kuat. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam MDPI Biology menjelaskan bahwa adenosin secara alami terbentuk saat tubuh terjaga, mendorong rasa kantuk ketika efek kafein menguap. - Penurunan Gula Darah
Kebanyakan kopi yang dijual di kafe-kafe mengandung gula, krim, atau sirup, yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, lalu diikuti dengan penurunan drastis. Penurunan kadar gula darah inilah yang sering membuat seseorang merasa mengantuk setelah meminum kopi. - Kualitas Tidur yang Buruk
Minum kopi terlalu larut dapat mengganggu siklus tidur alami seseorang. Meskipun bisa tertidur, kualitas tidur yang buruk membuat tubuh tidak benar-benar beristirahat dengan baik. Akibatnya, keesokan harinya seseorang merasa lelah dan pusing, meskipun telah mengonsumsi kopi. - Hormon Stres
Kafein dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang memberikan dorongan energi singkat. Namun, saat kadar hormon-hormon tersebut menurun, rasa kantuk pun muncul. Hal inilah yang menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa lemas setelah efek “ledakan energi” kopi hilang.
Selain faktor-faktor tersebut, genetika dan metabolisme juga memainkan peran besar dalam reaksi tubuh terhadap kopi. Beberapa orang memproses kafein dengan cepat dan langsung merasa lemas, sementara yang lain dengan metabolisme lebih lambat mungkin merasa gelisah terlebih dahulu sebelum akhirnya kelelahan.