JAKARTA — Tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang perlahan menguras isi dompet. Bukan pengeluaran besar yang tiba-tiba, melainkan rutinitas kecil yang tampak sepele namun terus berulang. Hal ini tentu sangat berbahaya bila dilakukan di saat pendapatan pribadi masih tidak stabil.
Berikut enam kebiasaan yang bikin boros dan perlu segera diwaspadai.
1. Tidak Bisa Hidup Tanpa Kopi
Tren ngopi di kedai kekinian semakin marak, terlebih media sosial turut mendorong kebiasaan ini menjadi semacam gaya hidup. Coba perhatikan linimasa Instagram, hampir selalu ada unggahan teman yang memperlihatkan aktivitas ngopi di kafe atau memesan kopi lewat aplikasi ojek daring.
Padahal, jika dihitung, harga satu gelas kopi di tempat premium berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000. Bila kebiasaan ini dilakukan setiap hari kerja selama sebulan, pengeluaran untuk kopi saja bisa mencapai Rp1,2 juta. Solusi sederhananya, biasakan membawa kopi dari rumah. Selain menghemat pengeluaran, cara ini juga lebih efisien dari segi waktu.
2. Berlangganan Paket Data Tanpa Batas
Operator seluler kerap menawarkan promo paket data murah dengan kuota tak terbatas. Meski berlabel promo, harga yang ditawarkan sejatinya tidak selalu terjangkau. Namun, daya tarik kata “promo” sering kali membuat banyak orang tergoda untuk membeli tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya.
Sebaiknya beli paket data sesuai kebutuhan saja. Di era sekarang, hampir semua tempat umum sudah menyediakan layanan Wi-Fi gratis yang bisa dimanfaatkan untuk menghemat kuota internet sehari-hari.
3. Hobi Makan dan Jajan di Luar
Lapar sedikit langsung membuka aplikasi pesan antar makanan. Melihat unggahan orang lain makan di restoran hits, langsung terpikir untuk ikut ke sana. Kebiasaan ini bisa menjadi salah satu penyebab utama keuangan cepat terkuras jika tidak segera dikendalikan.
Membawa bekal masakan sendiri dari rumah adalah alternatif yang jauh lebih hemat. Selain lebih terjamin kebersihannya, kebiasaan ini sekaligus melatih kemampuan memasak dan secara signifikan menekan pengeluaran harian.
4. Rutin Meningkatkan Layanan TV Berbayar
Bagi pengguna layanan televisi berbayar, kebiasaan rutin meningkatkan paket berlangganan perlu dievaluasi. Tidak semua saluran yang ditambahkan benar-benar ditonton setiap hari. Seringkali, dorongan untuk meningkatkan layanan muncul hanya karena sebuah serial atau film tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Jika memang ingin menonton serial tertentu, pilih durasi berlangganan yang seperlunya saja. Sebagai alternatif, layanan streaming berbasis internet bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel dan hemat.
5. Nongkrong Setiap Hari
Nongkrong bersama teman memang menyenangkan. Mengobrol, menghabiskan waktu bersama, hingga berbelanja adalah aktivitas yang mengasyikkan. Namun, jika dilakukan terlalu sering tanpa perencanaan yang baik, kegiatan ini justru menjadi salah satu kebiasaan yang bikin boros paling nyata.
Atur jadwal hangout dengan lebih bijak, misalnya cukup sekali dalam seminggu. Dengan begitu, kegiatan sosial tetap berjalan tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan.
6. Terlalu Sering Mengisi Saldo Dompet Digital
Seberapa sering kamu mengisi saldo dompet digital dalam sebulan? Lebih dari sepuluh kali? Memang tidak ada larangan, apalagi biaya transfernya relatif kecil, sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 per transaksi. Namun, kebiasaan mengisi saldo terlalu sering justru bisa membuat pengeluaran membengkak.
Alih-alih menikmati diskon yang ditawarkan, pengeluaran malah bisa berlipat ganda karena godaan untuk terus bertransaksi semakin besar. Batasi frekuensi pengisian saldo agar dompet digital benar-benar berfungsi sebagai alat bantu, bukan pemicu pemborosan.
Itulah enam kebiasaan yang bikin boros yang sering orang-orang lakukan tanpa disadari efeknya. Manajemen keuangan adalah kemampuan yang harus dipelajari oleh semua orang untuk menghadapi kehidupan yang tidak pasti. Oleh karena itu, berbuat boros bukanlah hal yang bijak untuk kehidupan pribadi. (MK)