SULTENG β Situasi pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sausu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026), masih belum sepenuhnya kondusif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas seismik yang sangat tinggi dengan ratusan gempa susulan terus terjadi hingga sehari setelah gempa utama.
Data terbaru BMKG menunjukkan jumlah gempa susulan telah mencapai 612 kejadian hingga Rabu (17/6/2026) pukul 19.30 WITA. Puluhan di antaranya bahkan masih dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.
βUpdate gempa bumi susulan Sausu M6,7 sampai 17 Juni 2026 pukul 19.30 WITA. Gempa bumi susulan hingga saat ini berjumlah 612 dan gempa bumi dirasakan 25,β tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Tingginya frekuensi gempa susulan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih berlangsung intens. Kondisi ini membuat ribuan warga yang terdampak gempa utama terus berada dalam situasi waspada karena potensi guncangan susulan masih mungkin terjadi.
Ribuan Warga Terdampak
Di tengah rentetan gempa susulan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga terdampak terus menjadi perhatian utama pemerintah dan tim penanganan darurat.
Berdasarkan data BNPB hingga Rabu (17/6/2026) pukul 06.00 WIB, total warga terdampak mencapai 5.784 jiwa atau setara 1.834 kepala keluarga (KK). Selain kerusakan bangunan, gempa juga menimbulkan korban luka-luka.
Sebanyak 73 warga mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya menderita luka berat dan masih mendapatkan penanganan medis.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah korban meninggal dunia tidak mengalami perubahan dibandingkan laporan sebelumnya.
βAdapun jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang, tanpa adanya penambahan dari laporan sebelumnya,β ujar Abdul Muhari.
Meski korban jiwa relatif terbatas dibandingkan skala gempa yang terjadi, dampak sosial dan psikologis akibat ratusan gempa susulan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Kabupaten Sigi Jadi Wilayah Terparah
Kabupaten Sigi tercatat sebagai daerah yang mengalami dampak paling besar akibat gempa tersebut. Sebagian besar korban terdampak berasal dari wilayah ini.
Data BNPB menunjukkan sebanyak 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa terdampak di Kabupaten Sigi. Selain itu, terdapat 71 warga yang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, serta satu korban meninggal dunia.
Tak hanya menimbulkan korban manusia, gempa juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan di daerah tersebut.
Menurut Abdul Muhari yang akrab disapa Aam, ribuan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
βSelain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak ringan, dan 30 unit rusak berat,β ujarnya.
Besarnya kerusakan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan, terutama untuk memastikan kebutuhan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni.
Posko Darurat dan Distribusi Logistik Diaktifkan
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim gabungan terus melakukan pendataan serta penanganan darurat di lapangan.
Sebagai bagian dari upaya percepatan respons, pemerintah daerah berencana mengaktifkan Pos Komando (Posko) di Desa Maku dengan memanfaatkan Kantor Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sigi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan darurat sekaligus mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, bantuan logistik juga mulai disalurkan guna memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari makanan, air bersih, hingga kebutuhan darurat lainnya yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Aam menegaskan bahwa proses pendataan masih berjalan sehingga perkembangan data korban maupun kerusakan masih berpotensi berubah seiring masuknya laporan dari lapangan.
Dampak di Palu, Poso dan Parigi Moutong
Sementara itu, sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah dilaporkan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan laporan sebelumnya.
Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang. Sementara di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka akibat gempa.
Adapun Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa terdampak oleh bencana tersebut.
Meski dampaknya tidak sebesar yang terjadi di Kabupaten Sigi, pemerintah daerah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung.
BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga
Di tengah berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, BNPB mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi ancaman bencana lanjutan.
Selain risiko gempa susulan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi.
βApabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat, khususnya yang berada dekat dengan daerah aliran sungai, diimbau untuk segera memantau ketinggian muka air. Apabila sudah melebihi batas aman, melakukan evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga, dan dokumen penting lainnya,β imbau Aam.
Pemerintah berharap masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Di tengah masih tingginya aktivitas gempa susulan, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko korban maupun kerugian yang lebih besar.