JAKARTA – Ratusan warga Palestina memadati Gaza City untuk menghadiri pemekaman massal bagi 112 korban serangan Israel di kawasa Sabra pada akhir November 2023. Sebagian besar jenazah adalah perempuan dan anak-anak dari dua keluarga besar, Abu Sharia dan Hassayna, yang ditemukan setelah dua minggu pencarian di bawah reruntuhan blok perumahan.
Dilaporkan BBC, Rabu (5/8/2026), rekaman menunjukkan deretan jenazah yang ditutupi bendera Palestina, beberapa disertai foto korban, sebelum dibawa kerabat untuk dimakamkan. Pemakaman ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Gaza.
“Saya pikir ini adalah perasaan yang seharusnya [dirasakan], perasaan sedih, duka, dan kehilangan,” kata seorang pelayat, Ali Abu Sharia. “Setelah kami berhasil menemukan dan menguburkan mereka, mungkin kami bisa sedikit lega meskipun masih merasakan sakit kehilangan dan semua yang masih kami alami,” imbuhnya.
Menurut laporan, 44 anak, 38 perempuan, dan tujuh penyandang disabilitas termasuk di antara korban tewas. Serangan tersebut terjadi enam minggu setelah gempuran Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.
Sejak awal perang, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mencatat sedikitnya 73.377 orang tewas. Angka tersebut dianggap kredibel oleh PBB.


