JAKARTA – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, menciptakan kejutan besar sekaligus sejarah di ajang bergengsi China Open 2025.
Tampil sebagai duet baru yang baru saja dipasangkan dalam Japan Open 2025 dua pekan lalu, Fajar/Fikri langsung memukau dunia bulu tangkis dengan merebut gelar juara di turnamen super level tinggi.
Bermain agresif dan solid di babak final, Fajar/Fikri sukses menaklukkan ganda putra peringkat dua dunia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Pertandingan yang berlangsung hanya selama 34 menit itu menyuguhkan dominasi tak terputus dari wakil Merah Putih.
Sejak awal game pertama, Fajar dan Fikri menampilkan strategi yang efektif, terutama dalam penguasaan permainan di area depan dan permainan cepat tiga pukulan awal.
Bermain Tanpa Cela, Fajar/Fikri Tak Biarkan Lawan Bernapas
Duet ini memperlihatkan koordinasi yang begitu matang meski baru seumur jagung.
Dengan pengaturan tempo yang tak memberi celah lawan untuk berkembang, mereka menekan Aaron/Soh sejak rally awal.
Gaya permainan netting agresif dari Fajar dan kecepatan refleks Fikri dalam menyambar bola membuat pergerakan pasangan Malaysia terbatas.
Satu-satunya momen tekanan datang setelah interval game pertama, saat Aaron/Soh mampu memangkas ketertinggalan dari 2-11 menjadi 13-16.
Namun, momen tersebut tak berlangsung lama, karena Fajar/Fikri kembali merebut kendali permainan dan mengunci kemenangan dengan keunggulan mencolok.
Permaian cepat Fajar/Fikri sudah kelihatan sejak babak awal turnamen BWF Super 1000 ini.
Dengan pola yang sama mereka berhasil membuat pasangan nomor satu dunia tidak berkutik di babak perempat final.
Begitu juga saat mengalahkan unggulan tuan rumah China di babak semifinal. Semua lawan dilumat Fajar/Fikri dua gim langsung.
BWF Akui Rekor Ganda Putra Garuda
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat pencapaian Fajar/Fikri tak hanya meraih gelar, kemenangan ini juga menciptakan dua rekor penting.
Pertama, Fajar/Fikri menjadi ganda putra non-unggulan pertama yang mampu menjuarai China Open dalam satu dekade terakhir.
Kedua, ini adalah gelar level Super 500 atau lebih tinggi pertama yang diraih Indonesia pada musim kompetisi BWF 2025, sebuah sinyal kebangkitan bulu tangkis Merah Putih di pentas dunia.
“Ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun pasangan ganda putra non-unggulan memenangkan China Open, dan gelar pertama Indonesia pada level Super 500 atau lebih tinggi musim ini,” demikian catatan BWF usai laga final.
Dengan kemenangan ini, Fajar dan Fikri semakin diperhitungkan sebagai salah satu pasangan kuat dalam perburuan tiket ke turnamen besar selanjutnya, termasuk kejuaraan dunia dan kemungkinan besar Olimpiade 2028.***



