MALUKU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, pada Jumat sore, 10 Oktober 2025, pukul 17.02 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak memicu potensi tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak di koordinat 7,27° LS dan 129,66° BT, atau sekitar 198 km barat laut Tanimbar, Maluku, dengan kedalaman hiposenter 169 km. Gempa ini awalnya dilaporkan berkekuatan M5,7, namun data terbaru memperbarui kekuatannya menjadi M5,4.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini tergolong gempa menengah yang dipicu oleh deformasi batuan dalam subduksi Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” ujar Daryono.
Getaran gempa dirasakan di wilayah Tepa dengan intensitas II-III MMI, yang digambarkan seperti getaran akibat truk yang melintas atau getaran nyata dalam rumah. Meski demikian, hingga pukul 17.21 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan (aftershock) maupun laporan kerusakan akibat gempa ini.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, serta menghindari bangunan yang berpotensi rusak akibat getaran.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai isu atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.