Belum reda guncangan akibat kegagalan total Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026, mantan pelatih kepala Hong Myung-bo kembali memantik sorotan tajam. Hanya berselang dua hari setelah mendarat di tanah air, Hong dilaporkan langsung angkat kaki meninggalkan Korea Selatan menuju Amerika Serikat pada Kamis waktu setempat, sembari meninggalkan sebuah pesan yang penuh teka-teki.
Laporan dari stasiun televisi lokal, MBC, menyebutkan bahwa Hong terlihat berada di Bandara Internasional Incheon dengan penampilan yang sangat tertutup—mengenakan topi yang ditarik rendah hingga menutupi dahi serta masker wajah—sebelum menaiki pesawat menuju Los Angeles.
Pesan Misterius dan Bantahan Isu “Perang Dingin” Skuad
Sebelum melangkah masuk ke gerbang keberangkatan, Hong sempat meladeni pertanyaan singkat dari awak media yang mencegatnya. Ia mengisyaratkan bahwa ada kebenaran tersembunyi di balik hancurnya performa Taegeuk Warriors di fase grup Piala Dunia kemarin.
Kendati demikian, Hong dengan tegas membantah spekulasi liar yang beredar di ruang publik bahwa kegagalan Korea Selatan dipicu oleh adanya konflik internal atau faksi di dalam tubuh skuad. “Tidak ada konflik internal sama sekali di dalam tim secara keseluruhan,” bantahnya.
Selain isu keretakan tim, Hong juga menggunakan kesempatan tersebut untuk meluruskan rumor miring mengenai salah satu pemain pilarnya. Muncul isu bahwa Jens Castrop, gelandang yang merumput di Bundesliga bersama Borussia Mönchengladbach, sengaja dicoret dan diparkir pada dua laga awal fase grup karena melakukan pelanggaran disiplin tim.
“Rumor itu sama sekali tidak benar,” tegas mantan bek legendaris Korea Selatan tersebut.
Bungkam Soal Panggilan Parlemen dan KFA
Di sisi lain, Hong memilih bungkam seribu bahasa ketika ditanya mengenai desakan dari sejumlah anggota parlemen Korea Selatan. Anggota dewan kabarnya menuntut diadakannya sidang dengar pendapat resmi (parliamentary hearing) untuk menguliti proses penunjukan dirinya sebagai pelatih oleh Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), serta bobroknya tata kelola organisasi tersebut.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Hong Myung-bo bersama Presiden KFA, Chung Mong-gyu, masuk dalam daftar hitam yang akan dipanggil paksa oleh parlemen sebagai saksi kunci.
Guna menghindari tekanan publik dan kejaran media yang masif di Seoul, Hong diprediksi akan menetap di Los Angeles untuk jangka waktu yang cukup lama demi memulihkan kondisi psikologisnya pasca-mundur dari kursi kepelatihan.