SULBAR – Insiden berdarah terjadi di area parkiran sebuah tempat karaoke di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (5/7) dini hari. Seorang pria berinisial T (53) meninggal dunia akibat luka tusuk, sementara seorang anggota TNI dari Kodim 1418/Mamuju turut menjadi korban penikaman ketika berusaha menghentikan perkelahian yang pecah di lokasi.
Peristiwa tersebut menambah daftar kasus kekerasan yang dipicu keributan di kawasan hiburan malam. Polisi bergerak cepat mengamankan terduga pelaku berinisial MAF (20), yang kini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif maupun rangkaian peristiwa secara utuh.
Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol Agustinus Pigay, membenarkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain korban meninggal dan anggota TNI yang terluka, seorang pria berinisial D juga mengalami luka akibat pemukulan.
“Iya benar, korban meninggal inisial T dan anggota TNI inisial K (41) juga mengalami luka tusuk, serta D mengalami luka pukul. Pelaku, MAF (20) sudah ditangkap,” kata Kompol Agustinus Pigay dalam keterangannya, Sabtu (5/7).
Keributan Berawal di Area Parkir Tempat Karaoke
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden bermula sekitar pukul 02.44 WITA saat terjadi perkelahian di area parkiran tempat hiburan malam tersebut. Korban T diketahui terlibat cekcok dengan terduga pelaku yang kemudian berujung aksi penikaman.
Situasi yang semula hanya melibatkan beberapa orang berkembang menjadi keributan yang lebih besar setelah keluarga salah satu korban pemukulan mendatangi lokasi.
Kompol Agustinus menjelaskan, keterangan awal diperoleh dari saksi sekaligus korban pemukulan berinisial D.
“Berdasarkan pengakuan D jadi korban pemukulan bahwa keluarganya datang ke lokasi untuk mencari informasi pemukulan itu. Saat tiba di lokasi, mereka melihat keributan yang melibatkan beberapa orang,” ujarnya.
Di tengah situasi yang memanas, anggota TNI berinisial K berusaha menghentikan bentrokan agar tidak semakin meluas. Namun upaya tersebut justru membuatnya menjadi sasaran serangan.
“Anggota TNI, K berusaha melerai perkelahian, namun justru menjadi korban penikaman. Tak lama kemudian, korban T ditemukan tergeletak bersimbah darah dan segera dievakuasi ke rumah sakit,” tutur Agustinus.
Korban Tewas Akibat Luka Tusuk di Perut
Hasil pemeriksaan medis dan Visum et Repertum yang dilakukan Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Barat mengungkap penyebab kematian korban T.
Korban mengalami luka sayatan pada tangan kiri serta luka tusuk di bagian perut kiri atas. Luka tersebut memicu perdarahan hebat yang tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, anggota TNI berinisial K mengalami dua luka tusuk di bagian punggung saat berupaya menghentikan perkelahian.
“Korban anggota TNI mengalami dua luka tusuk di bagian punggung saat berupaya melerai perkelahian dan kini masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Manakarra dalam kondisi sadar,” jelas Agustinus.
Pihak rumah sakit terus melakukan penanganan medis terhadap anggota TNI tersebut. Hingga kini kondisinya dilaporkan stabil dan tetap berada di bawah pengawasan tim dokter.
Polisi Tangkap Terduga Pelaku
Tak lama setelah menerima laporan, aparat kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi kejadian. Hasilnya, seorang pria berinisial MAF berhasil diamankan dan langsung dibawa ke Polresta Mamuju.
Penyidik kini masih mendalami peran pelaku, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi serta barang bukti guna memastikan kronologi secara menyeluruh.
“Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian tersebut,” kata Agustinus.
Selain memeriksa pelaku, polisi juga berupaya merekonstruksi rangkaian kejadian untuk mengetahui apakah terdapat pihak lain yang turut terlibat dalam insiden berdarah tersebut.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Aparat kepolisian belum menyampaikan secara rinci motif yang melatarbelakangi perkelahian hingga berujung penikaman maut tersebut.
Penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi serta pendalaman alat bukti untuk memastikan konstruksi hukum yang akan dikenakan kepada pelaku.
Insiden ini menjadi perhatian karena mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan melukai seorang anggota TNI yang sedang berupaya meredam konflik. Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa yang terjadi di kawasan hiburan malam Kabupaten Mamuju tersebut.