JAKARTA – Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026. Lawatan ini diproyeksikan menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India melalui penandatanganan sejumlah kerja sama di berbagai sektor, sekaligus mempertegas posisi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Selama tiga hari berada di Indonesia, Modi akan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, sebelum melanjutkan agenda diplomatik ke Yogyakarta dengan mengunjungi Candi Prambanan.
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan atas undangan langsung Presiden Prabowo dan menjadi salah satu agenda diplomatik penting kedua negara tahun ini.
“Atas undangan Presiden Prabowo, Perdana Menteri Narendra Modi akan berada di Indonesia selama dua malam. Kunjungan ini akan mencakup Jakarta dan Yogyakarta,” ujar Chakravorty dalam konferensi pers di Kedutaan Besar India di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Prabowo dan Modi Bahas Isu Strategis hingga Dinamika Global
Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Modi tidak hanya akan membahas penguatan hubungan Indonesia dan India, tetapi juga berbagai perkembangan strategis di tingkat regional maupun internasional.
Dalam agenda tersebut, kedua pemimpin dijadwalkan mengevaluasi kerja sama yang telah berjalan sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di sektor-sektor prioritas yang dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi dan geopolitik bagi kedua negara.
Pemerintah India menyebut sejumlah nota kesepahaman (MoU) tengah dipersiapkan untuk ditandatangani selama kunjungan tersebut.
“Di antara MoU yang sedang dipersiapkan, akan ada kerja sama di bidang kesehatan, antariksa, ilmu pengetahuan dan teknologi, farmasi, ketahanan pangan, pendidikan, serta hilirisasi,” kata Chakravorty.
Meski demikian, ia mengakui proses penyelesaian setiap dokumen memiliki tahapan berbeda.
“Sebagian masih dalam proses, sebagian akan selesai tepat waktu, dan sebagian mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Namun, kunjungan ini tetap akan menghasilkan berbagai capaian,” ujarnya.
Lima Pilar Jadi Fondasi Kemitraan Indonesia-India
Dalam keterangannya, Chakravorty menjelaskan bahwa arah hubungan Indonesia dan India ke depan akan bertumpu pada lima pilar utama yang menjadi fokus pembahasan kedua kepala pemerintahan.
Kelima pilar tersebut meliputi penguatan pertahanan dan keamanan, peningkatan perdagangan serta investasi, kerja sama ketahanan pangan dan energi, pengembangan industri hilirisasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan.
Agenda tersebut dinilai mencerminkan semakin luasnya ruang kerja sama kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan, baik dalam bidang ekonomi maupun kerja sama strategis.
Selain memperkuat hubungan bilateral, pembahasan juga akan diarahkan pada upaya menghadapi tantangan global, mulai dari ketahanan rantai pasok, transformasi industri, hingga pengembangan teknologi.
Keamanan Maritim Indo-Pasifik Jadi Sorotan
Salah satu isu yang diperkirakan menjadi perhatian utama dalam pertemuan Prabowo dan Modi adalah penguatan keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik.
India memandang Indonesia sebagai mitra strategis karena kedua negara sama-sama memiliki posisi geografis penting di jalur perdagangan dunia.
Menurut Chakravorty, kepentingan bersama sebagai negara maritim menjadikan kerja sama di sektor pertahanan dan keamanan laut semakin relevan.
“Kami merupakan negara perdagangan besar. Kami juga berbagi ruang maritim yang sama sebagai negara tetangga maritim,” jelasnya.
Dengan meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, koordinasi antara Indonesia dan India dipandang memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional serta memperkuat kerja sama keamanan kawasan.
Modi Dijadwalkan Berpidato di Hadapan Parlemen Indonesia
Rangkaian kunjungan Narendra Modi akan dimulai pada Senin (6/7/2026) malam saat tiba di Jakarta.
Sehari setelahnya, Selasa (7/7/2026), Modi akan menjalani agenda utama berupa pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka yang dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan.
Pada malam harinya, Modi dijadwalkan menghadiri kegiatan bersama komunitas India yang berada di Indonesia.
Selain agenda bilateral, Modi juga akan memperoleh kesempatan menyampaikan pidato di hadapan parlemen Indonesia. Dalam pidatonya, Perdana Menteri India diperkirakan memaparkan pandangan negaranya mengenai perkembangan kawasan Indo-Pasifik, situasi global, serta prospek hubungan strategis Indonesia dan India pada masa mendatang.
Pidato tersebut dipandang menjadi salah satu momen penting dalam lawatan Modi karena menjadi forum untuk menyampaikan visi India mengenai kerja sama kawasan sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga legislatif kedua negara.
Kunjungi Candi Prambanan Sebelum Lanjut Lawatan ke Australia
Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, Modi dijadwalkan bertolak ke Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026).
Di Kota Gudeg, pemimpin India itu akan mengunjungi kawasan Candi Prambanan sebagai bagian dari agenda diplomasi budaya yang turut mewarnai kunjungan kenegaraan tersebut.
Kunjungan ke salah satu situs warisan budaya dunia itu juga dinilai mencerminkan eratnya hubungan sejarah dan peradaban antara Indonesia dan India yang telah terjalin selama berabad-abad melalui interaksi budaya, agama, dan perdagangan.
Usai menyelesaikan seluruh agenda di Indonesia, Modi akan melanjutkan lawatan kenegaraannya ke Australia dan Selandia Baru sebagai bagian dari rangkaian kunjungan diplomatik India di kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan upaya India memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara penting di kawasan, termasuk Indonesia yang dipandang sebagai salah satu mitra utama dalam menjaga stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan keamanan di Indo-Pasifik.