JAKARTA – Pemerintah mempercepat penanganan dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang telah memicu gangguan kesehatan bagi ratusan warga. Selain mengerahkan bantuan medis dan logistik, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak.
- Kemenkes dan BNPB Dikerahkan ke Lokasi
- Dinkes Waspadai Ancaman Pneumonia
- Lima Posko Kesehatan Disiagakan
- Kebakaran Masuk Hari Keempat, Sekitar 30 Persen Area Berhasil Dikendalikan
- Excavator Dikerahkan Bongkar Gunungan Sampah
- BNPB Kaji Operasi Modifikasi Cuaca
- Manggala Agni Turut Diterjunkan, Akses Jalan Masih Dibatasi
Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap pekat yang terus menyelimuti permukiman di sekitar lokasi kebakaran.
Pemerintah menilai penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan masyarakat agar kasus ISPA tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Kemenkes dan BNPB Dikerahkan ke Lokasi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan pemerintah pusat telah mengirimkan berbagai dukungan lintas kementerian sejak kebakaran terjadi.
Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah berada di lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak asap.
“Kementerian Kesehatan sudah masuk untuk penanganan itu,” kata Pratikno saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (3/7).
Tak hanya sektor kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa logistik, termasuk masker bagi masyarakat yang setiap hari terpapar asap.
Pratikno menjelaskan koordinasi antarinstansi terus dilakukan agar penanganan berjalan lebih cepat. “Saya juga sudah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB yang sejak beberapa hari lalu sudah masuk ke sana, ditopang oleh kementerian teknis, termasuk Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, pemerintah mulai membahas langkah pemulihan pascakebakaran, terutama menyangkut pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. “Agenda pemberdayaan ekonomi juga sudah mulai dibahas,” tambah Pratikno.
Dinkes Waspadai Ancaman Pneumonia
Di tengah meningkatnya jumlah warga yang mengalami ISPA, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengingatkan bahaya komplikasi penyakit tersebut menjadi pneumonia, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan seluruh tenaga kesehatan kini difokuskan untuk melakukan deteksi dini sehingga infeksi tidak berkembang menjadi gangguan paru-paru yang lebih berat.
“Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian,” ujar Hendra.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya memastikan belum ditemukan pasien yang mengalami komplikasi pneumonia akibat paparan asap kebakaran.
Menurut Hendra, keberhasilan mencegah komplikasi sangat bergantung pada kecepatan warga mendapatkan pengobatan ketika mulai mengalami gejala gangguan saluran pernapasan.
“Kalau ISPA segera diobati, insyaallah tidak akan berkembang menjadi pneumonia. Yang berbahaya itu kalau tidak terdeteksi dan tidak mendapat penanganan,” katanya.
Lima Posko Kesehatan Disiagakan
Untuk mempercepat pelayanan medis, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mendirikan lima posko kesehatan di sekitar wilayah terdampak kebakaran.
Jumlah tenaga medis yang diterjunkan juga diperkuat menjadi 50 orang dengan dukungan petugas dari sejumlah puskesmas di kawasan sekitar.
Menurut Hendra, penambahan personel dilakukan agar pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, hingga pemantauan kondisi warga dapat berlangsung lebih optimal selama kebakaran belum sepenuhnya padam.
“Sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang, gitu. Dengan tambahan dari Puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana,” jelasnya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mulai mengalami batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, maupun gejala ISPA lainnya.
Kebakaran Masuk Hari Keempat, Sekitar 30 Persen Area Berhasil Dikendalikan
Kebakaran TPA Jatiwaringin yang mulai terjadi sejak Selasa (30/6) masih terus berlangsung hingga memasuki hari keempat. Api yang membakar timbunan sampah belum sepenuhnya dapat dipadamkan karena menjalar hingga ke bagian dalam gunungan sampah.
Meski demikian, petugas gabungan melaporkan sekitar 30 persen area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dikendalikan.
Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara.
Helikopter water bombing milik BNPB kembali diterbangkan untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, sementara puluhan personel di lapangan terus melakukan penyemprotan di sejumlah sektor yang masih mengeluarkan asap tebal.
Excavator Dikerahkan Bongkar Gunungan Sampah
Selain penyiraman, petugas juga mengoperasikan alat berat jenis excavator untuk membongkar timbunan sampah yang telah dibasahi.
Langkah tersebut dilakukan guna membuka akses menuju titik api yang berada jauh di dalam tumpukan sampah sekaligus mengurangi potensi munculnya bara api baru setelah proses penyemprotan selesai.
Strategi ini dinilai menjadi salah satu metode paling efektif dalam menangani kebakaran di lokasi pembuangan sampah yang memiliki lapisan material mudah terbakar di bagian bawah.
BNPB Kaji Operasi Modifikasi Cuaca
Sebagai langkah tambahan, BNPB juga tengah mengkaji kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat proses pemadaman.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menjelaskan pelaksanaan OMC masih menunggu kondisi atmosfer yang dinilai memenuhi syarat berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Apabila kondisi cuaca mendukung, operasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan curah hujan di sekitar lokasi kebakaran sehingga proses pemadaman menjadi lebih cepat.
Manggala Agni Turut Diterjunkan, Akses Jalan Masih Dibatasi
Untuk memperkuat operasi di lapangan, sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan akan bergabung dalam proses pemadaman menggunakan metode *inject*, yakni teknik penyemprotan air langsung ke titik api yang berada di bagian dalam timbunan sampah.
Sementara itu, pemerintah masih memberlakukan pembatasan akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri.
Jalur tersebut hanya dapat dilintasi kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas kesehatan, serta instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran, guna memastikan proses evakuasi dan pemadaman berlangsung tanpa hambatan.