JAKARTA – Kemenangan dramatis Tim Nasional Mesir atas Australia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi tonggak sejarah bagi sepak bola Negeri Piramida. Selepas laga, sorotan dunia justru tertuju pada aksi emosional pelatih Hossam Hassan yang membentangkan bendera Palestina di tengah lapangan sebagai simbol solidaritas, sekaligus mendedikasikan kemenangan tersebut kepada rakyat Mesir dan Palestina.
Momen itu terjadi setelah Mesir memastikan tiket ke babak 16 besar melalui adu penalti dengan skor 4-2 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Jumat (3/7/2026) waktu setempat. Laga berlangsung sengit hingga waktu normal dan perpanjangan waktu sebelum ditentukan melalui babak tos-tosan.
Begitu kemenangan dipastikan, Hassan memasuki lapangan sambil membawa bendera Palestina. Gestur tersebut langsung menjadi perhatian publik sepak bola internasional dan viral di berbagai platform media sosial.
Dalam pernyataannya seusai pertandingan, Hassan menyampaikan bahwa kemenangan bersejarah Mesir dipersembahkan tidak hanya bagi bangsanya, tetapi juga bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Semoga Allah menganugerahkan kemenangan kepada mereka (Palestina), semoga Allah mengampuni para syahid mereka,” ujar Hossam Hassan usai pertandingan.
Ia kemudian menegaskan dedikasi khusus atas keberhasilan timnya.
“Saya sampaikan kepada mereka: Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Mesir dan Palestina, orang-orang baik dan terhormat,” katanya.
Kemenangan Bersejarah Mesir di Panggung Dunia
Hasil atas Australia menjadi catatan penting dalam sejarah sepak bola Mesir. Untuk pertama kalinya, tim berjuluk The Pharaohs berhasil memenangi pertandingan pada fase gugur Piala Dunia.
Keberhasilan tersebut diraih lewat drama adu penalti yang penuh tekanan. Penendang terakhir Mesir, Hossam Abdelmaguid, sukses menjalankan tugasnya setelah dua eksekutor Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal mengonversi peluang dari titik penalti.
Suasana haru langsung menyelimuti skuad Mesir. Para pemain dan staf pelatih berkumpul di tengah lapangan, kemudian melakukan sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur atas pencapaian bersejarah tersebut.
Perayaan itu menjadi simbol keberhasilan Mesir menembus babak berikutnya sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih kemenangan di fase gugur turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Solidaritas untuk Palestina Jadi Sorotan Dunia
Di luar aspek olahraga, aksi Hassan membentangkan bendera Palestina menjadi salah satu momen paling banyak diperbincangkan setelah pertandingan.
Gestur tersebut dipandang sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Pernyataan sang pelatih yang secara terbuka mendedikasikan kemenangan bagi Palestina pun memicu berbagai respons di media sosial, terutama dari warga Palestina sendiri.
Bagi banyak pendukung Mesir maupun masyarakat Palestina, kemenangan itu memiliki makna yang melampaui hasil pertandingan sepak bola.
Euforia Kemenangan Menghidupkan Harapan di Gaza
Kemenangan Mesir juga menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi warga Palestina, khususnya di Gaza. Di tengah situasi yang masih penuh tekanan, pertandingan tersebut menjadi momen langka yang menghadirkan rasa gembira.
Seorang warga Gaza bernama Tamer Nahed mengungkapkan antusiasmenya melalui media sosial X. Ia menyebut Piala Dunia kali ini terasa berbeda karena keberhasilan Mesir dan sikap solidaritas yang ditunjukkan pelatihnya.
“Untuk pertama kali, saya mengikuti Piala Dunia dengan antusiasme sebesar ini,” tulis Tamer Nahed.
Ia menggambarkan suasana perayaan yang terjadi di Gaza ketika Mesir memastikan kemenangan. “Penduduk Gaza sangat senang melihat Mesir menang. Ribuan orang keluar dari tenda dan rumah-rumah yang hancur untuk menonton pertandingan.”
Menurutnya, kemenangan tersebut sejenak menghadirkan harapan di tengah kehidupan yang penuh keterbatasan. “Wajah-wajah berseri-seri dengan senyum, sorak sorai memenuhi udara, seolah-olah semua orang terlepas dari segala beban yang mengelilingi.”
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Keberhasilan Mesir melaju ke babak 16 besar menjadi pencapaian penting secara olahraga. Namun, aksi Hossam Hassan selepas pertandingan membuat kemenangan itu memiliki dimensi yang lebih luas.
Perayaan di lapangan, sujud syukur para pemain, hingga dedikasi kepada Palestina menjadikan laga melawan Australia dikenang bukan hanya karena drama adu penalti, tetapi juga karena pesan kemanusiaan yang menyertainya.
Di saat sepak bola sering menjadi pemersatu lintas batas negara, kemenangan Mesir atas Australia menunjukkan bagaimana sebuah pertandingan dapat menghadirkan resonansi emosional yang jauh melampaui skor akhir di papan pertandingan.