JAKARTA – Pemimpin keuangan global tengah menyusun rencana strategis rekonstruksi Gaza pascaperang dua tahun terakhir.
Bank Dunia dan PBB memperkirakan kebutuhan dana mencapai 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,1 kuadriliun.
Pertemuan tingkat menteri membahas arah kebijakan dan tantangan besar pembangunan ulang wilayah Palestina itu.
“Gencatan senjata telah tercapai dan pembunuhan berhenti,” ujar Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala.
Ia menyebut warga kini mulai mendapat bantuan pangan, berharap fase damai Gaza berjalan tanpa kekerasan baru.
Konvoi bantuan masih sulit menjangkau Gaza utara akibat kerusakan jalan dan penutupan jalur utama distribusi.
WFP melaporkan rata-rata 560 ton makanan masuk setiap hari, namun jauh dari kebutuhan dasar masyarakat Gaza.
Bank Dunia menegaskan siap bekerja sama dengan komunitas lokal agar pemulihan sosial ekonomi berjalan berkelanjutan.
Okonjo-Iweala menekankan normalisasi kehidupan warga harus jadi prioritas meski prosesnya diperkirakan berlangsung lama.
Administrator UNDP Haoliang Xu menilai kondisi rekonstruksi belum siap karena 61 juta ton puing harus dibersihkan.
Ia menambahkan konferensi rekonstruksi masih disusun dan dimulai setelah semua sandera dibebaskan sepenuhnya.
PBB menegaskan proses rekonstruksi Gaza harus transparan, inklusif, serta menjamin keamanan seluruh warga sipil.***