JAKARTA – Beijing menegaskan hanya dialog dan negosiasi yang bisa menyelesaikan konflik Ukraina secara damai.
Guo Jiakun menilai tekanan dan paksaan tidak akan membawa hasil nyata untuk perdamaian berkelanjutan.
“Dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak dari krisis Ukraina.”
“Paksaan dan tekanan tidak akan memberikan solusi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.
Sebelumnya, Trump menyebut Xi Jinping memiliki pengaruh besar terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Ya, saya yakin. Saya pikir dia bisa memiliki pengaruh besar terhadap Putin…,” ujar Trump di Washington.
China menolak keras sanksi sepihak Uni Eropa terhadap 12 perusahaan China dan tiga perusahaan India.
“China sangat menyesalkan dan dengan tegas menolak sanksi sepihak ilegal Uni Eropa,” kata Guo Jiakun.
Guo menegaskan negaranya bukan pihak dalam krisis Ukraina dan tak memasok senjata ke pihak berkonflik.
“China berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian,” tegas Guo dalam konferensi pers di Beijing.
Ia juga menilai UE tidak pantas menyalahkan hubungan dagang normal China dengan Rusia.
“UE tidak dalam posisi untuk menyalahkan pertukaran dan kerja sama normal,” lanjut Guo Jiakun.
Menurutnya, langkah Eropa itu justru merusak stabilitas hubungan strategis dengan Beijing.
Guo menyebut China siap melakukan langkah tegas melindungi hak dan kepentingan nasionalnya.
Selain itu, China juga mengecam sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil tanpa dasar hukum internasional.
“China menentang sanksi sepihak yang tidak berdasar pada hukum internasional,” tutur Guo Jiakun.
Trump sendiri akan bertemu Xi Jinping dalam KTT APEC di Korea Selatan pada akhir Oktober 2025.
“Di Korea Selatan, saya akan bertemu dengan Presiden Xi dari China,” ujar Trump menegaskan agenda itu.
Ia menggambarkan hubungannya dengan Xi “sangat baik” dan pertemuan itu akan berlangsung cukup lama.
Trump pun membatalkan pertemuan dengan Putin karena menilai waktu saat ini belum tepat.
“Kami membatalkan pertemuan dengan Presiden Putin, rasanya tidak tepat bagi saya,” kata Trump.
Ia mengaku frustrasi dengan lambatnya kemajuan negosiasi dan hasil yang belum terlihat nyata.
“Setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, saya punya percakapan yang baik, tapi tidak ada kemajuan,” ujarnya.***