JAKARTA — Generasi Z di Indonesia menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga lingkungan melalui berbagai kebiasaan sehari-hari yang ramah terhadap alam. Berdasarkan hasil survei terbaru dari JakPat, membawa botol minum sendiri menjadi langkah paling populer yang dilakukan anak muda kelahiran 1997 hingga 2012 untuk mengurangi produksi sampah.
Survei JakPat ini melibatkan 1.155 responden Gen Z dengan komposisi seimbang, yaitu 50% perempuan dan 50% laki-laki. Responden berasal dari berbagai wilayah, dengan 44% berada di Pulau Jawa non-Jabodetabek, 28% di Jabodetabek, serta 28% di luar Pulau Jawa. Kegiatan pengumpulan data dilakukan secara daring melalui aplikasi JakPat pada 6 hingga 9 Desember 2024.
Hasil Survei Cara Gen Z Peduli dengan Lingkungan
Survei tersebut mengungkapkan bahwa 56% responden Gen Z secara rutin membawa botol minum pribadi. Angka ini menempati posisi teratas dibandingkan upaya lainnya. Di urutan berikutnya, 47% responden memilih menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali atau reusable. Sementara itu, 46% membawa tempat makan sendiri, 39% berusaha menghindari plastik sekali pakai, dan 36% mengurangi pembelian produk dengan kemasan plastik berlebihan.
Selain itu, sekitar 31% responden menyatakan menggunakan bahan daur ulang serta memilah sampah di rumah. Temuan ini mencerminkan kesadaran yang semakin tinggi di kalangan generasi muda terhadap isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah yang menjadi salah satu tantangan besar di Indonesia.
Menariknya, mayoritas responden atau 68% mendapatkan informasi seputar isu sosial dan lingkungan dari platform media sosial. Hal ini menunjukkan peran besar jejaring sosial dalam membentuk perilaku sadar lingkungan di kalangan anak muda.
Hasil survei ini sejalan dengan tren gaya hidup berkelanjutan yang semakin berkembang di kalangan generasi muda. Membawa botol minum sendiri tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga menjadi pilihan praktis dan ekonomis. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak positif jika dilakukan secara konsisten oleh lebih banyak orang.
Kesadaran Gen Z terhadap perlindungan lingkungan patut diapresiasi, karena mereka berpotensi menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau. Upaya kecil seperti ini, jika terus didorong, diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengatasi masalah sampah di tanah air.