GUARDALAJARA, MEKSIKO – Bos kartel narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes (El Mencho) dikebumikan Senin (2/3/2026) di Guadalajara dalam peti mewah, di bawah pengawasan militer ketat, menyusul gelombang balas dendam yang menyapu sejumlah negara bagian di Meksiko.
Seorang sumber pemerintah federal yang enggan disebut namanya karena tidak memiliki kewenangan resmi membenarkan bahwa jenazah El Mencho dimakamkan di sebuah kompleks pemakaman di Zapopan, kawasan suburban Guadalajara, kota terpadat kedua di Meksiko.
Prosesi tersebut diikuti oleh puluhan pelayat, yang sebagian besar melindungi diri dengan payung hitam di bawah cuaca cerah, sementara iringan musik banda khas Meksiko menggema sepanjang acara.
Kantor Kejaksaan Agung Meksiko menolak memberikan konfirmasi resmi mengenai lokasi pemakaman dengan dalih pertimbangan keamanan.
Pengamanan ekstra ketat telah diberlakukan sejak Minggu (1/3/2026) di sekitar rumah duka, di mana rangkaian bunga raksasa tiba tanpa identitas pengirim.
Beberapa karangan menampilkan motif ayam jantan di antara dedaunan, simbol yang merujuk pada julukan alternatif Oseguera Cervantes sebagai “Lord of the Roosters” atau Raja Ayam Jantan.
Kematian Oseguera Cervantes terjadi lebih dari seminggu sebelumnya saat pasukan militer Meksiko berupaya menangkapnya.
Menurut sertifikat kematian resmi, ia mengalami luka tembak fatal di dada, perut, dan kaki. Insiden ini langsung memicu gelombang kekerasan yang meluas hingga sekitar 20 negara bagian di Meksiko.
Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla menjelaskan bahwa El Mencho dan dua pengawalnya terlibat baku tembak sengit dengan tentara di luar sebuah rumah di Tapalpa, Jalisco. Ketiganya mengalami cedera parah dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju fasilitas medis.
Jenazah kemudian dipindahkan ke Mexico City untuk prosedur otopsi sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada Sabtu (28/2/2026), sebagaimana diumumkan oleh Kantor Kejaksaan Agung dalam siaran pers singkat.
Dokumen sertifikat kematian juga mencantumkan bahwa pemakaman akan dilakukan sesuai prosedur standar untuk korban kekerasan yang memungkinkan penyelidikan forensik lanjutan jika dibutuhkan. Namun, lokasi spesifik tidak disebutkan dalam berkas tersebut.
Aksi pembalasan dari anggota kartel menyusul kematian ini telah menelan korban jiwa lebih dari 70 orang akibat bentrokan dengan pasukan keamanan dan konflik internal. Pemerintah Meksiko menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap tokoh-tokoh senior kartel lainnya tetap berlangsung intensif untuk menekan eskalasi kekerasan lebih lanjut.