JAKARTA – Harga gas alam di Eropa mencatat lonjakan harian terbesar sejak Agustus 2023, menyusul serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu gangguan serius pada jalur energi global.
Pada awal pekan ini, harga gas di pusat perdagangan Title Transfer Facility (TTF) Belanda naik lebih dari 20 persen, dari 31,95 euro per megawatt-jam pada 27 Februari menjadi 39,2 euro per megawatt-jam pada 28 Februari pukul 10.41 waktu Turkiye. Kenaikan ini sekaligus menandai level tertinggi sejak 18 Februari 2025.
Dlansir dari Anadolu, Rabu (4/3/2026), lonjakan harga dipicu terhentinya hampir seluruh lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20 persen ekspor LNG dunia. Qatar, salah satu eksportir LNG terbesar, mengirim hampir seluruh pasokan melalui selat tersebut ke pasar internasional, terutama Asia.
Meski sebagian besar perdagangan LNG dari Hormuz ditujukan ke Asia, potensi gangguan pasokan tetap menekan pasar global, termasuk Eropa. Tekanan semakin kuat karena tingkat pengisian fasilitas penyimpanan gas di Eropa turun di bawah 30 persen, memaksa negara-negara Eropa mencari tambahan pasokan dari pasar internasional.
Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya rantai pasok energi global terhadap eskalasi geopolitik di Timur Tengah, dengan dampak langsung yang terasa hingga ke pasar Eropa.