SUMSEL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tak hanya memastikan anak-anak mendapatkan asupan sehat di sekolah, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi keluarga.
Dampak MBG di Ogan Komering Ilir kini dirasakan langsung oleh para orang tua murid, terutama dalam pengelolaan pengeluaran harian yang menjadi lebih ringan dan terarah.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), uang saku yang sebelumnya rutin diberikan untuk jajan anak kini bisa dialihkan menjadi tabungan dan tambahan belanja kebutuhan dapur.
Di Kecamatan Mesuji Makmur, perubahan itu dirasakan oleh Yuli Lusiana, orang tua murid PAUD Harapan Bunda 2, yang mengaku kondisi keuangan rumah tangganya menjadi lebih stabil sejak anaknya menerima makanan bergizi gratis di sekolah.
Ia menjelaskan bahwa sebelum ada MBG, kebutuhan sayur keluarga kerap bergantung pada hasil kebun sendiri atau sekadar memanfaatkan apa yang tersedia di sekitar rumah.
“Saya hitung ya, setelah ada MBG, alhamdulillah sangat membantu perekonomian keluarga saya.”
“Biasanya kan saya cari sayuran seadanya yang ada di kebun.”
“Kalau sekarang kan uang dari tabungan untuk biasa beli jajan anak saya bisa untuk beli sayuran-sayuran yang dimau, kadang telur yang lain-lain juga,” kata Yuli saat mendampingi anaknya sekolah di PAUD Harapan Bunda 2, Rabu (4/3).
Menurutnya, pengeluaran untuk jajan anak yang sebelumnya rutin setiap hari kini bisa ditekan secara signifikan sehingga ada ruang untuk membeli bahan pangan tambahan seperti telur dan lauk lainnya.
Perubahan itu juga terlihat dari kebiasaan sang anak sebelum masuk kelas yang kini tak lagi bergantung pada jajanan luar sekolah.
“Ya, alhamdulillah. Biasanya kan berangkat sekolah jajan dulu, sekarang yang nggak. Nggak ya, apa namanya, jajan mungkin cuma ya 1.000 gitu. Enggak pernah kayak biasanya kan jajannya dapat banyak gitu, sekarang enggak karena udah dapat MBG,” ujarnya.
Dengan adanya MBG, frekuensi jajan anak berkurang drastis karena kebutuhan makan siang sudah terpenuhi dari sekolah.
Secara ekonomi, kondisi ini membuat keluarga memiliki fleksibilitas lebih dalam mengatur prioritas belanja harian, termasuk untuk kebutuhan gizi yang lebih variatif.
Yuli menilai manfaat program tersebut bukan hanya untuk anak-anak penerima makanan, tetapi juga memberikan efek domino terhadap stabilitas pengeluaran rumah tangga.
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak keluarga merasakan dampak serupa.
“Terima kasih buat Bapak Prabowo yang udah mengadakan program MBG, karena saya sendiri terbantu,” tutup Yuli.***