Setelah berjibaku melayani ratusan ribu pemudik sejak tengah pekan, Korlantas Polri akhirnya resmi mengakhiri skema one way nasional dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang. Tepat pukul 14.22 WIB, arus lalu lintas di jalur utama Trans Jawa tersebut dinyatakan kembali beroperasi dua arah secara normal.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengonfirmasi bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam menunjukkan volume kendaraan yang melintas sudah menurun drastis dan situasi di lapangan terkendali.
“Atas seizin Bapak Kapolri, one way nasional kami nyatakan ditutup pukul 14.22 WIB. Setelah proses sterilisasi, arus kini kembali normal di kedua sisi,” ujar Irjen Agus di command center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek.
Rekor Puncak Mudik 2026
Skema satu arah ini sebelumnya dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Rabu (18/3). Data mencatat puncak arus mudik tahun ini terjadi pada 18-19 Maret dengan lonjakan mencapai 270.000 kendaraan dalam satu hari—naik 4,26% dibandingkan tahun lalu.
Memasuki H-1 Lebaran, kepadatan mulai menguap. Di Tol Cipali misalnya, volume kendaraan terjun bebas hingga 68,4% dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi yang kian lengang ini juga membuat rekayasa contraflow di Tol Jakarta-Cikampek (KM 36 – KM 70) ikut dihentikan.
Menatap Arus Balik
Meski jalur kini sudah kembali normal dua arah, Korlantas tidak lantas mengendurkan pengamanan. Fokus kini mulai bergeser pada persiapan arus balik yang diprediksi akan mulai memuncak pada 24 Maret 2026.
Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima. “Jangan lengah meskipun jalanan mulai lengang, keselamatan tetap yang utama,” pesan Kakorlantas.