JAKARTA – Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel menyerang kapal sipil serta penumpang di Teluk Persia. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut tindakan itu sebagai upaya kedua negara menutupi kekalahan mereka di medan perang.
“AS dan Israel, karena terus mengalami kekalahan di medan perang dan tidak mampu menghadapi serangan angkatan bersenjata Iran, mulai menyerang kapal sipil dan penumpang di Teluk Persia,” kata Zolfaghari, seperti dikutip stasiun TV Iran SNN, Sabtu (21/3/2026), dilansir dari Sputnik.
Ia menegaskan, jika serangan “keji” tersebut berlanjut, Iran akan melakukan “balasan serius”. Serangan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran sejak 28 Februari telah menimbulkan kerusakan besar dan menewaskan warga sipil, termasuk di Teheran.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah. Washington dan Tel Aviv awalnya menyebut serangan pendahuluan itu sebagai langkah menghadapi ancaman program nuklir Iran, namun kemudian mengakui tujuannya adalah perubahan rezim di Teheran.