Suasana sunyi di jantung ibu kota mendadak tegang pada Senin (23/3/2026) tengah malam. Seorang perempuan muda berinisial JSLP (20) nekat melakukan aksi percobaan bunuh diri tepat di gerbang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Beruntung, kesigapan petugas berhasil menggagalkan aksi nekat tersebut sebelum berakhir tragis.
Sebuah insiden memilukan terjadi di area pengamanan ketat Istana Merdeka. Pada Senin (23/3) sekitar pukul 23.35 WIB, anggota Pasukan Pengamanan Kepresidenan (Paspampres) yang tengah berjaga di Pos 02 mencium gelagat tidak biasa dari seorang perempuan yang berdiri di dekat pintu gerbang.
Saat didekati untuk pemeriksaan, petugas menemukan kondisi yang cukup mengkhawatirkan: tas perempuan tersebut sudah tergeletak di aspal dan sepatunya pun telah dilepas. Tak jauh dari lokasi berdiri JSLP, ditemukan seutas tali yang diduga kuat akan digunakan untuk aksi gantung diri.
Negosiasi Alot di Bawah Temaram Lampu Kota
Menyadari situasi darurat tersebut, komandan posko segera berkoordinasi dengan anggota Brimob dan tim medis dari Bidokkes Polres Metro Jakarta Pusat. Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Tim dokter yang tiba di lokasi sekitar pukul 00.10 WIB mencoba melakukan pendekatan persuasif dan komunikasi emosional.
“Namun, yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati,” ungkap Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, Selasa (24/3/2026).
Setelah hampir satu jam melakukan upaya persuasif di tengah ketegangan, petugas akhirnya berhasil mengamankan JSLP pada pukul 00.56 WIB. Perempuan malang tersebut langsung dibawa ke Posko Pengamanan Polri Istana untuk ditenangkan dan dimintai keterangan awal.
Pada pukul 01.16 WIB dini hari, JSLP kemudian dipindahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kondisi psikologisnya. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik keputusan nekat perempuan tersebut memilih lokasi simbolis negara untuk mengakhiri hidupnya.