JAKARTA — TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat mengevakuasi kapal nelayan yang mengalami kebakaran di perairan timur laut Pulau Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara. Dalam operasi gabungan tersebut, seluruh 14 awak kapal berhasil diselamatkan.
Insiden ini menimpa Kapal Pajeko Anaiah yang dilaporkan terbakar di kawasan Perairan Batu Kapal pada Jumat (27/3). Menindaklanjuti laporan tersebut, Komandan Komando Daerah Maritim (Dankodaeral) VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi langsung menginstruksikan pengerahan unsur laut dan tim medis untuk melakukan evakuasi darurat.
“Mengetahui laporan adanya kecelakaan tersebut, Dankodaeral VIII memerintahkan unsur KAL dan tim kesehatan untuk segera mengevakuasi sebelum terlambat,” demikian keterangan resmi yang disampaikan.
Dalam operasi penyelamatan ini, TNI AL mengerahkan KAL Tedong Naga dan perahu cepat RHIB dari Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII. Dukungan juga datang dari unsur Polairud yang turut mengerahkan RHIB guna mempercepat proses evakuasi di lokasi kejadian.
Kolaborasi lintas instansi tersebut membuahkan hasil maksimal. Seluruh kru kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meskipun beberapa di antaranya mengalami luka bakar akibat insiden kebakaran.
“Seluruh awak kapal berhasil diselamatkan meskipun sebagian orang terkena luka bakar,” lanjut pernyataan tersebut.
Para korban kemudian segera dibawa ke darat untuk mendapatkan penanganan medis. Tim kesehatan gabungan yang terdiri dari RSAL Bitung, RS Umum Manembo-Nembo, RS ODSK, RS Mata Provinsi, serta Karantina Kesehatan Bitung langsung memberikan pertolongan pertama guna menstabilkan kondisi para korban.
Setelah penanganan awal, para korban kembali dirujuk menggunakan empat unit ambulans menuju RSUP Kandou Malalayang dan RSUD Manembo-Nembo Bitung untuk menjalani perawatan lanjutan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran kapal tersebut.
Operasi cepat ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam menghadapi berbagai insiden di laut, khususnya kecelakaan pelayaran.
Kehadiran TNI AL bersama unsur terkait dalam operasi ini kembali menegaskan komitmen negara dalam menjamin keselamatan pelayaran serta perlindungan terhadap masyarakat maritim.