JAKARTA – Jumlah pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah kini melampaui 50.000 personel, sekitar 10.000 lebih banyak dari biasanya. Peningkatan ini terjadi setelah kedatangan 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut, menurut laporan The New York Times, dilansir Senin (30/3/2025)
Para ahli militer memperingatkan bahwa “merebut, apalagi mempertahankan, negara sebesar, serumit, dan sekaya persenjataan [Iran] dengan 50.000 pasukan bukanlah hal yang mungkin dilakukan.”
Sebagai perbandingan, Israel mengerahkan lebih dari 300.000 tentara di Gaza pada 2023, sementara koalisi pimpinan AS menggunakan hampir 250.000 tentara pada awal invasi Irak 2003.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan serangan lebih besar, termasuk kemungkinan operasi darat di Selat Hormuz dan Pulau Kharg. Rencana tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai kelayakan serta konsekuensi dari potensi agresi militer AS-Israel terhadap Iran.